JA Teline V - шаблон joomla Форекс

PENDIDIKAN
Typography

DENPASAR-fajarbali | Kepala SMK Kesehatan PGRI Denpasar (Smekkesgri) Drs. I Made Sudana, MM., memimpin upacara pelepasan peserta didik kelas XII di Hotel Nikki, Denpasar, Kamis (16/5).

Sebanyak 102 lulusannya itu berpeluang bekerja sebagai asisten tenaga kesehatan di Australia serta 10 negara-negara kawasan Asia lainnya, sesuai dengan memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan sekolah dengan pihak terkait.

Sudana yang memiliki pengalaman puluhan tahun memimpin lembaga pendidikan menengah atas meminta para lulusannya untuk pro-aktif di dalam memanfaatkan peluang kerja, begitu pula yang ingin melanjutkan. Lulusan tahun ini, lanjutnya, tergolong istimewa karena dua alumninya diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana lewat jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2019/2020.

Selain itu, di kedokteran, puluhan alumninya juga sukses menembus persaingan masuk di berbagai perguruan tinggi negeri, khususnya pada bidang kesehatan. “Kami minta anak-anak pro aktif. Kalian bisa bekerja di luar negeri, tolong manfaatkan itu,” kata Sudana di sela pelepasan yang mengusung tema "Datang Dengan Semangat dan Senyum, Pergi Dengan Kenangan dan Harapan Baru" itu.

Ketua Panitia I Ketut Wila menambahkan, pelepasan ini merupakan rangkaian dari kegiatan ujian sertifikasi kompetensi (USK) yang berkeja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Anaskes Indonesia Februari lalu, yang mana 100 persen peserta didik dinyatakan berkompeten. Selanjutnya dirangkai dengan USBN dan UN pada Maret lalu, dan seluruhnya dinyatakan lulus.

Pada kesempatan itu, Wila juga mengumumkan 10 besar peringkat tertinggi akumilasi nilai rapor dan USBN atau nilai sekolah di antaranya, Ni Wayan Novita Saridewi degan nilai 1. 422, I Gusti Putu Citra Dewi 1. 404, Ni Luh Ari Purwantini 1. 399, Ni Made Budiasih 1. 389, Ni Putu Dewi Rahmawati 1. 388, Ida Ayu Putu Hemavira 1. 376, Ni Putu Saraswati Kurnia Dewi 1. 374, Ni Wayan Sindi Sri Wulandari 1. 374, Ni Kadek Kusumawati 1. 369 serta Ni Kadek Merilya Haryanti dengan nilai 1. 368.

Ketua Yayasan Penyelenggara Lembaga Pendidikan (YPLP) yang diwakili I Komang Arta Saputra mengaku bangga dengan kemajuan SMK Kesehatan PGRI Denpasar ini. Lolosnya dua alumni di Fakultas Kedokteran Unud dan banyaknya alumni yang bekerja di Jepang merupakan suatu buah kerja keras kepala sekolah dan jajaranya.

Ia berjanji akan menyampaikan ke pimpinan yayasan terkait prestasi yang membaggakan tersebut, agar yayasan selaku penyelenggara pendidikan memberika support yang lebih untuk sekolah yang beralamat di Jalan Meduri, Denpasar ini. “SMK Kesehatan PGRI ini sudah menunjukkan kemajuan yang luar biasa. SMA lain se-Bali belum tentu sukses menembus fakultas kedokteran, tapi SMK Kesehatan PGRI bisa. Luar biasa, kami apresiasi,” tutup Suparta.(gde)