Peta pengeluaran gaji klub Premier League 2026/2027 menunjukkan jurang besar
FajarBali.co.id Memasuki penghujung musim 2026/2027, peta pengeluaran gaji klub Liga Inggris memperlihatkan jarak yang sangat lebar antar tim, seperti dirangkum SalaryLeaks. Bola melaporkan Manchester City berada di posisi teratas, sementara Coventry City ada di bagian terbawah. Di kasta tertinggi Inggris, kemampuan klub dalam mengalokasikan anggaran untuk gaji pemain tidak merata.
Sebagian tim dapat bergerak dengan dana besar, sedangkan yang lain dibatasi oleh ruang finansial yang jauh lebih ketat. Perputaran uang yang besar kerap menimbulkan gambaran bahwa seluruh klub bergelimang dana. Namun, kesenjangan antara peringkat teratas dan posisi ke-20 menegaskan bahwa kenyataannya tidak demikian di Premier League.
Premier League disebut telah menjadi salah satu kekuatan finansial terbesar dalam ekosistem sepak bola Eropa. Klub yang memiliki nama besar dan tradisi kuat cenderung berada dekat pucuk pengeluaran gaji.
Bagi klub dengan anggaran terbatas, mengejar klub yang mampu mempertahankan bintang sekaligus merekrut pemain papan atas menjadi tantangan. Kondisi ini membuat klub promosi dan pendatang baru kesulitan menutup ketertinggalan. Selain faktor internal, Bola juga menyoroti pengaruh Saudi Pro League yang meningkatkan posisi tawar pemain. Para bintang dapat menuntut kenaikan gaji atau mempertimbangkan hijrah ke Timur Tengah untuk mendapatkan kontrak bernilai besar.
Rincian pengeluaran gaji klub Premier League musim 2026/2027
SalaryLeaks menghimpun total pengeluaran gaji klub Premier League untuk musim 2026/2027. Tidak semua klub memiliki data lengkap, sehingga sebagian angka disebut merupakan perkiraan berdasarkan informasi yang tersedia.
Daftar berikut menampilkan peringkat 1 sampai 20 beserta nilai gaji tahunan dalam jutaan poundsterling, seperti dilaporkan oleh Bola.
| Peringkat | Klub | Gaji* (juta) |
|---|---|---|
| 1 | Manchester City | 281,5 |
| 2 | Arsenal | 244,4 |
| 3 | Manchester United | 228,6 |
| 4 | Chelsea | 220,6 |
| 5 | Liverpool | 205,6 |
| 6 | Tottenham Hotspur | 193,1 |
| 7 | Aston Villa | 128,5 |
| 8 | Newcastle United | 89 |
| 9 | Nottingham Forest | 88,5 |
| 10 | Leeds United | 84,3 |
| 11 | Bournemouth | 81,8 |
| 12 | Brighton & Hove Albion | 76,9 |
| 13 | Everton | 72,1 |
| 14 | Fulham | 69,3 |
| 15 | Sunderland | 68,4 |
| 16 | Brentford | 65,8 |
| 17 | Crystal Palace | 65 |
| 18 | Ipswich Town | 49 |
| 19 | Hull City | 30,8 |
| 20 | Coventry City | 27,2 |
Kompetisi gaji diperkirakan makin ketat
Bola menilai dengan nilai komersial Premier League yang terus berkembang dan meningkatnya persaingan dari liga-liga kaya, kompetisi finansial diperkirakan akan makin ketat. Imbasnya, para pemain top memiliki posisi tawar yang lebih tinggi dalam negosiasi kontrak.
Menurut pemaparan di artikel, pemain dapat menuntut kenaikan gaji atau mempertimbangkan pindah ke Timur Tengah untuk memperoleh kontrak bernilai besar. Perang dalam penawaran gaji besar diperkirakan akan semakin sengit pada tahun-tahun mendatang.
Tekanan itu disebut berpotensi membuat angka-angka pengeluaran gaji terus bergerak naik. Dengan demikian, jurang antar klub tetap menjadi salah satu gambaran paling menonjol dalam lanskap finansial Premier League.