JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK
Typography

DENPASAR - fajarbali.com | Partai Demokrat tampaknya mengubah peta politik pada Pilkada serentak 2020, termasuk di Bali. Dari 270 daerah yang akan melaksanakan Pilkada, ada 6 enam kabupaten/kota di Bali yang akan menggelar Pilkada. Diantaranya, Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Tabanan, Jembrana, Bangli, dan Karangasem.

 


Hal ini tak lepas dari intruksi Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk berkoalisi dengan calon incumbent di Bali. Dengan demikian, Partai Demokrat akan lebih banyak berkoalisi dengan PDIP.




Dari enam Pilkada di Bali, Partai Demokrat berkoalisi PDIP di beberapa daerah. Yakni Bangli dan Badung. Di Badung, Demokrat bergabung dengan PDIP mendukung Pasangan Petahana I Nyoman Giriasa-Ketut Suiasa (Giriasa), dan di Bangli mendukung Pasangan Sang Nyoman Sedana Artha-I Wayan Diar (Artha-Diar). Sementara untuk di Jembrana, Partai Demokrat bergabung dengan Partai Golkar, NasDem, dan Gerindra mengusung Pasangan I Nengah Tamba-I Gede Ngurah Patriana Krisna. 




Di Karangasem mengusung paket I Gusti Ayu Mas Sumatri-I Made Sukerana yang diusung Partai Golkar-NasDem-Gerindra dan koalisinya. Kemudian di Pilkada Denpasar, Demokrat mengusung paslon Gede Ngurah Ambara Putra-Made Bagus Kertanegara. Kemudian di Pilkada Tabanan, Demokrat mengusung paket Anak Agung Ngurah Panji-Dewa Nyoman Budiasa. 




Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) DPP Partai Demokrat Wilayah Bali-NTB-NTT Putu Supadma Rudana menjelaskan bahwa rekomendasi Partai Demokrat di Bangli menyerahkan dukungan ke Sang Nyoman Sedana Artha.




"Di Pilkada Badung dan Pilkada Bangli itu kita sudah survei dan serap aspirasi rakyat. Maka kita gabung ke PDIP untuk berkoalisi. Kita ingin pembangunan di Bali itu kebersamaan dengan tetap kedepankan aspirasi masyarakat yang kita input dari kader dibawah," jelasnya, Minggu (30/08/2020).




Menurutnya, dari total 270 daerah, sebanyak 251 daerah Partai Demokrat banyak berkoalisi dengan PDIP. Keputusan politik DPP Partai Demokrat dalam menghadapi Pilkada 9 Desember 2020 mendatang sebanyak 45 Pilkada berkoalisi dengan PDI Perjuangan. "Dari 251 Pilkada yang akan kita ikuti di nasional, kita harus berkoalisi. Paling banyak yakni 45 daerah dengan PDI Perjuangan," tandasnya. Rinciannya di 36 daerah dengan  PAN, dengan Partai Golkar di 35 daerah, dengan PKS di 30 daerah, dengan Partai Gerindra di 27 daerah, dengan Partai NasDem di 27 daerah, dengan PKB di 25 daerah dan dengan PPP di 17 daerah. 




"Koalisi dengan parpol itu mengikuti peta politik dan kekuatan mesin partai di daerah. Karena Partai Demokrat sudah pasti harus berkoalisi ketika tidak bisa mengusung calon. Dan walaupun Partai Demokrat bisa mandiri mengusung calon, juga tetap merangkul rekan koalisi. Dan kita punya target menang di Pilkada," jelasnya. (her)