JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK
Typography
DENPASAR - fajarbali.com | Pilkada serentak yang akan digelar pada 9 Desember mendatang hanya tinggal sebulan lagi. Para Pasangan Calon (Paslon) terus gencar turun menyapa masyarakat untuk meraih dukungan. Begitu juga dengan partai politik, yang bertugas mengamankan dukungan tersebut. Yakni dengan menyiapkan saksi yang akan ditempatkan dimasing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS) saat pencoblosan.




Seperti yang dilakukan oleh dua partai besar di Bali yaitu  PDIP dan Partai Golkar. PDIP telah menyiapkan kurang lebih 28 ribu saksi. Berbeda dengan Partai Golkar yang masih dibawah saksi yang dikerahkan oleh lawan.




Ketua DPD I Golkar Bali, I Nyoman Sugawa Korry menjelaskan, saksi merupakan ujung tombak dalam mengamankan perolehan suara di TPS. “Pertama sebagai pengamanan, penggalangan, sumber informasi dan sudah tentu pada saatnya adalah mengamankan Pilkada itu sendiri di TPS,” jelasnya.




Menurut dia, saksi yang dikerahkan merupakan kader militan yang sudah teruji dalam berbagai hajatan politik di Bali. Bukan itu saja, sistem IT juga turut disiapkan guna menunjang kinerja dalam pengumpulan total suara yang diraih. “Saksi yang kami siapkan nanti adalah kader-kader militan, dan sudaj teruji selama ini sebagai saksi yang kredibel, dan didukung kemampuan IT. Mereka juga akan bertugas di Pileg dan Pilpres 2024,” akunya.




Mengenai jumlahnya, Wakil Ketua DPRD Bali ini menyatakan, merujuk pada jumlah TPS yakni 5 .649, totalnya mencapai 10 ribuan lebih. “Saksi kita di TPS aja sebanyak 8 ribu dan belum masing-masing ada tiga koordinator desa, kecamatan lima orang, itu dari partai kita saja, nanti kan ada dari koalisi,” paparnya.




Tak bekerja sendiri, saksi dari Partai Golkar akan bersinergi dengan saksi dari partai politik koalisi disetiap wilayah. “Nanti kita akan atur kesepakatan, di dalam TPS memang satu, tapi nanti kita sepakati dengan koalisi, yang pasti kita siapkan,” tandasnya. Terakhir, Sugawa Korry menambahkan, ada juga nantinya bertugas sebagai regu penggalang pemilih. 




Sementara itu, Ketua DPD I Partai Demokrat Made Mudarta menjelaskan, pihaknya juga melakukan hal yang sama dengan Partai Golkar. Saksi-saksi yang telah direkrutnya, akan bertugas mengawal dan mengamankan perolehan suara pasangan calon yang didukung atau diusung.




“Tentu kami komunikasikan dengan koalisi. Untuk menyiapkan saksi-saksi yang terlatih. Sehingga saat nanti terpilih sebagai saksi utama atau saksi cadangan, tinggal diberikan pembekalan,” jelasnya.




Lebih lanjut, politisi asal Jembrana ini menyebut bahwa saksi memiliki peran yang sangat penting dalam setiap Pilkada. Tak hanya saat pencoblosan, sebelum dan sesudah pemilihan pun, saksi tetap dibutuhkan perannya. Meski demikian, Partai Demokrat enggan membeberkan jumlah saksi secara keseluruhan dengan detail.




“Sesuai jumlah TPS di masing-masing kabupaten/kota. Satu TPS masing-masing partai satu saksi. Tinggal mana yang dominan. Misalnya Demokrat yang dominan, Demokrat menjadi saksi utamanya. Ini sedang dimantapkan dalam waktu 36 hari ke depan,” tutup dia. (her).