JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK
Typography
DENPASAR - fajarbali.com | DPRD Bali menargetkan 19 Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) pada tahun 2020 ini. Namun, target tersebut hingga memasuki Bulan November ini tidak tercapai.




Bahkan dua target Ranperda yakni Ranperda Tentang Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Pemukiman. Serta Ranperda Rencana Tata Ruang (RTR) Kawasan Suci Pura Agung Besakih yang seharusnya dibahas tahun ini, diundur pada tahun 2021 mendatang.




Dua ranperda peninggalan tahun 2020 itu akan dibahas bersama dengan 13 Ranperda lainnya yang telah masuk ke Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) DPRD Bali untuk dibahas tahun 2021. 




“Total ada 15 ranperda yang disetujui untuk dibahas tahun depan (2021). Sepuluh (renperda) dari eksekutif (Pemprov Bali). Yang inisiatif (DPRD Bali) ada lima. Sudah direkapitulasi itu semua,” ujar Ketua Bapemperda (Badan Pembentukan Peraturan Daerah) DPRD Bali, Ketut Tama Tenaya, Selasa (17/11/2020).




Menurutnya, seluruh Ranperda yang masuk saat ini dan akan dibahas pada tahun 2021 sudah melalui proses pembahasan baik di eksekutif maupun Bapemperda DPRD Bali. Total 15 Ranperda tersebut juga sudah masuk dalam lampiran dari rancangan keputusan DPRD Bali. Rancangan keputusan itu telah diajukan ke Ketua DPRD Bali untuk diteken.




“Hari ini kami sudah sampaikan (rancangan keputusan) ke Ketua DPRD untuk ditandatangani,” jelas dia.




Pihak menilai, kendati saat ini Pandemi dan ada kebijakan Work From Home (WFH), namun aktivitas pembahasan tetap berjalan. Sehingga, walaupun ada batasan jumlah orang dan jaga jarak, pembahasan Ranperda lebih kepada virtual. “Pembahasan ranperda (di tahun ini) tetap jalan. Dua (ranperda) saja yang belum bisa dibahas di tahun ini sesuai target. Sehingga dilanjutkan pada 2021. Yang lainnya sudah (dibahas),” pungkasnya. (her).