JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK
Typography
SEMARAPURA-fajarbali.com | Semenjak resmi meninggalkan Partai Gerindra pada tahun 2019 lalu, I Nyoman Suwirta memang belum menentukan 'pelabuhan' partai politik barunya. Tetapi pada Sabtu (1/5/2021), secara mengejutkan Suwirta nampak 'mesra' dengan sejumlah kader PDI Perjuangan di Taman Soekasada Ujung, Karangasem, serangkaian ulang tahun Partai PDI Perjuangan ke-48. Diam-diam ternyata Bupati Klungkung yang terpilih untuk kali keduanya tersebut sudah mengantongi Kartu Tanda Anggota (KTA) PDI Perjuangan.



Menanggapi hal tersebut, Suwirta mengatakan sejak dua tahun lalu dirinya sudah resmi mundur sebagai Dewan Pembina DPC Partai Gerindra Klungkung. Bermula dari sanalah, kemudian komunikasi secara personal dengan kader-kader PDI Perjuangan mulai terjalin. Meski demikian ditegaskan, keputusan untuk berlabuh ke PDI Perjuangan bukanlah karena faktor kedekatan saja, melainkan murni karena keputusan pribadinya.

Kelak, PDI Perjuanganlah yang dijadikan sebagai rumah untuk melanjutkan perjuangan dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Terlebih selama ini Suwirta merasa memiliki kesamaan visi dengan Gubernur Bali, I Wayan Koster. Utamanya dalam hal pembangunan.

"Saya ke PDI Perjuangan tidak usah dibahas lagi. Saya pastikan tidak rahasia lagi kalau saya sudah di PDI Perjuangan. Ini keputusan politik saya secara pribadi, sebagai tempat pejuangan melaksanakan tugas," tegasnya, Minggu (2/5/2021).

Baca Juga :
Ny. Seniasih Giri Prasta Tinjau Perkembangan “Hatinya PKK” di Basangkasa
Bupati Tamba Cek TPK Sapi dan Mall Pelayanan Publik


Lebih lanjut dijelaskan, pasca menepi ke PDI Perjuangan, Suwirta tidak memikirkan hal yang muluk-muluk. Apalagi menentukan langkah politik selanjutnya. Untuk saat ini, pria asli Nusa Ceningan ini hanya akan fokus melanjutkan tugasnya sebagai bupati. Memimpin Kabupaten Klungkung di sisa masa jabatannya yang kurang dari 3 tahun lagi.

"Saya junior dan masih belajar. Saya hanya fokus laksanakan tugas sebagai bupati. Urusan nanti biarkan partailah kemana cocoknya. Intinya fokus laksanakan tugas dan masih belajar adaptasi," imbuhnya.

Keputusan Suwirta untuk bergabung ke PDI Perjuangan ini tentu menimbulkan banyak spekulasi di masyarakat. Mengingat sebelumnya sudah santer desas desus Suwirta akan melaju sebagai Bali satu dalam Pemilihan Gubernur periode mendatang. Dengan merapatkan mantan manager Koppas Srinadi ini ke PDI Perjuangan, maka otomatis harapan untuk maju sebagai Bali satu pupus.

"Saya sudah katakan tidak usah terlalu banyak berharap. Tapi saya ucapkan apresiasi teman-teman. Ini hak politik saya untuk menentukan jalan hidup ke depan. Yang penting doa dan suportnya dulu agar saya bisa mengabdi sampai selesai dengan baik," ucap Suwirta.

Lebih lanjut disampaikan, walau sudah berganti haluan, Suwirta memastikan huhungannya dengan Wakil Bupati Klungkung, I Made Kasta yang merupakan kader Partai Gerindra akan tetap berjalan harmonis. Demikian juga dengan Ketua DPC Gerindra Klungkung, Wayan Baru.

"Walau saya dengan Pak Wakil beda partai biarkan semua mengalir. Kami tetap jadi satu dalam mengelola pemerintahan. Jangan karena beda partai nanti jadi tidak baik. Pada intinya, tidak ada partai yang jelek. Politik itu dinamik, tapi saya memilih PDI Perjuangan sebagai bentuk hak politik saya secara pribadi," imbuhnya.

Kemudian disinggung mengenai  masa depan pembangunan di Kabupaten Klungkung pasca bupati-gubernur 'satu jalur',  Suwirta mengatakan jauh sebelum dirinya memutuskan untuk merapat ke PDI Perjuangan, Gubernur Bali, I Wayan Koster sudah sangat mengapresiasi perkambangan pembangunan di Kabupaten Klungkung.

"Semua pembangunan infrastruktur seperti dua pelabuhan dan Pusat Kebudayaan Bali juga di Klungkung. Beliau (Gubernur) tindak lanjuti sampai cari anggaran. Walaupun saat itu saya belum ke PDI Perjuangan. Itu membuktikan beliau memberikan perhatian lebih ke Klungkung dan tidak memikirkan partai saja,"  bebernya. (dia)