JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK
Typography
DENPASAR-fajarbali.com | Terbentuknya Partai Ummat yang digalang oleh Amien Rais tampaknya berimbas pada keberadaan Partai Amanat Nasional (PAN) di daerah, seperti di Bali. Diketahui, beberapa kader ataupun pengurus DPD PAN “loncat pagar” dan bergabung dengan Partai Ummat.



Seperti yang disampaikan oleh Sekretaris Tim Panitia Pendirian Partai Ummat (TP3U) Provinsi Bali Waras Priyangga. Menurutnya, saat ini ada beberapa kader PAN yang akan bergabung.

“Ada beberapa kader-kader PAN sedang kami inventarisir,” katanya, Minggu (02/05/2021). 

Baca Juga :
Covid-19 di Buleleng, Sebanyak 30 Orang Konfirmasi Baru, Satu Meninggal Dunia
Satgas Penanganan COVID-19 Buleleng, Rutin Lakukan Rapat Teknis Pencegahan Dengan Satgas Desa/Kelurahan

Bahkan dirinya menyebut beberapa nama tenar di PAN Bali yang siap bergabung. Diantaranya, Ketua DPD PAN Bangli, Anak Agung Gede Putra Winatasila, Ketua DPD PAN Klungkung, Marsudi Bambang Wijanarko, Ketua DPD PAN Karangasem, Gede Wirtha. Termasuk Wakil Ketua DPW PAN Bali, Faturahman Ishaq, Mantan Sekretaris DPW PAN di awal reformasi, Ali Gufron, dan beberapa nama lainnya. Banyaknya kader PAN Bali yang bergabung, ia mengistilahkan Bedol Desa.

“Bisa saja diilustrasikan bedol desa begitu,” kata dia.

Dari penuturannya, para kader PAN Bali tersebut menilai bahwa kepemimpinan dan sistem politik yang diterapkan oleh Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan telah melenceng dan meninggalkan nilai-nilai demokrasi. Alasan inilah yang membuat banyak kader merasa kecewa.

“Karena sistem PAN sekarang meninggalkan apa yang maknai dengan demokrasi. Jadi sistem kepemimpinan sekarang tidak ada Muswil, tidak ada Musda, sehingga banyak temen-temen dari Sabang sampai Merauke tidak firm lagi di PAN,” akunya.

Selain itu, apa yang telah ditanamkan oleh Amien Rais pada awal membentuk PAN dianggap telah luntur.

“Kedua ya nilai-nilai moral yang dibawa tokoh reformasi Ayahanda Amien Rai situ sudah tergadaikan jabatan-jabatan public, sehingga visi PAN yang sebenarnya sudah luntur. Sehingga untuk mengkalibrasi lagi nilai-nilai partai yang reformis. Ya kita bentuk Partai Ummat,” tandasnya.

Meski demikian, kendati ada figur Amien Rais dibalik pembentukan Partai Ummat dan ditambah lagi banyaknya kader yang bergabung. Ia menegaskan tak akan mengambil alih asset milik PAN. Termasuk melawan PAN.

“Ya nggak lah, biar berjalan sendiri-sendiri, kami akan lakukan cara-cara Partai Ummat, yang di PAN biarkan menggunakan cara-cara PAN. Kami tidak akan memusuhi partai manapun, itu pesan Ayahanda Amien Rais” pungkasnya. (her)