JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Keberhasilan masyarakat Bali khususnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali dalam menggelar perhelatan Pilkada Serentak pada Juni 2018 lalu diharapkan menular ke Pemilu tahun 2019 mendatang.

Harapan ini disampaikan pada acara Jamuan Makan Malam dan Pembukaan Konsolidasi Regional Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Pemilu Tahun 2019 di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Rabu (12/9/2018).

Salah satu indikator keberhasilan itu, seperti dikatakan Ketua KPU Bali Wayan Jondra adalah raihan Pengelolaan Hibah Terbaik atas pelaksanaan Pemilihan Gubernur Bali tahun 2018 berdasarkan penilaian BPK RI.


Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya menilai KPU Bali telah berhasil  melaksanakan Pilkada Serentak tanggal 27 Juni 2018 lalu dengan sukses, aman dan damai. Selain tidak ada gugatan, tingkat partisipasi pemilih yang diatas 70 persen dinilai sebagai hasil yang bagus.

“Tantangan dalam setiap pemilu adalah tingkat partisipasi pemilih yang tergantung pada tingkat ekonomi, tingkat pendidikan, dan sebagainya. Makin tinggi partisipasi pemilih makin bagus karena menunjukkan legitimasi pemilu itu sendiri,” kata mantan anggota DPR RI ini.

Oleh karena itu, Gubernur Koster mendukung upaya peningkatan partisipasi pemilih yang dilakukan KPU. Salah satunya dengan menjadi tuan rumah acara pembukaan Konsolidasi Regional ini, meski baru mendapat laporan rencana kegiatan dua hari sebelumnya.

Ketua KPU RI Arif Budiman mengatakan pelaksanaan Pilkada Bali yang berjalan lancar menunjukkan kedewasaan politik di Bali semakin matang.

Menurutnya setelah tahun 1999 dan 2004 terjadi gejolak dalam pemilu di Bali, semua pihak mencari jalan keluar agar demokrasi di Bali semakin baik dan hasilnya sudah terlihat pada tahun 2018 ini. Ia berharap pada pemilu tahun 2019 demokrasi di Bali akan semakin baik.

“Kita percaya jika pemilu baik maka  yang terpilih bisa menjalankan roda pemerintahan dengan baik,” kata Arif. Sebaliknya, ia menambahkan jika ada masalah dalam pemilu maka konsentrasi pemerintahan terpilih akan terpecah menyelesaikan sisa sisa masalah tersebut.

Ia menambahkan partisipasi masyarakat dalam pemilu bukan sekedar pada hari pemilihan, namun KPU berharap partisipasi tersebut terjadi pada semua tahapan pemilu. Menurutnya dari sejak pencalonan masyarakat sudah mulai memilah rekam jejak calon bahkan hingga pasca pemilu ikut memantau kinerjanya agar tahu apakah layak dipilih kembali. “Maka strategi yang dilakukan KPU jangan dipandang sempit hanya untuk meningkatkan pengguna hak pilih,” pinta Arif.

Kepala Biro Teknis dan Hubungan Partisipasi Masyarakat KPU RI Nur Syarifah selaku ketua panitia mengatakan kegiatan ini diharapkan melahirkan strategi-strategi peningkatan partisipasi pemilih agar bisa mencapai target yang tercantum dalam RPJMN yakni 77,5 persen. Acara Konreg ke-3 ini diikuti oleh KPU Provinsi/Kabupaten/Kota dari 9 Provinsi se-Indonesia dengan jumlah peserta mencapai 358 orang. (gde)