JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Masa kampanye Pemilu 2019 telah dimulai. Para Calon Legislatif (Caleg) telah mulai berlomba-lomba mensosialisasikan pencalonannya ke masyarakat.

Tak hanya melalui baliho dan brosur, media social (medsos) menjadi media yang paling efektif. Sesuai dengan Pasal 275 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, setiap akun medsos ke KPU. “Peserta Pemilu harus menyetorkan akun medsosnya ke KPU jika ingin digunakan untuk kampanye,” ujar anggota Bawaslu Provinsi Bali Ketut Rudia, Rabu (26/9/2018).

Bawaslu nantinya akan melakukan pengawasan terhadap akun-akun medsos yang telah didaftarkan ke KPU. Apabila ada akun yang dianggap melakukan pelanggaran, maka pihaknya akan mengambil tindakan. Akan tetapi, harus dipastikan apakah akun memang benar milik yang bersangkutan.

Untukitu, Bawaslu Bali menghimbau kepada seluruh caleg agar menyampaikan visi misinya melalui akun medsos yang telah didaftarkan. “Di luar akun yang tidak terdaftar kami menghimbau agar tidak dijadikan ajang kampanye. Mereka harus mengerem diri,” himbaunya.

Selain itu, pihaknya juga meminta kepada caleg bersama para pendukungnya agar bijak dalam bermedsos. Jangan sampai postingan menyinggung SARA dan ujaran kebencian. Misalnya mempersoalkan Pancasila dan menggunakan SARA.“Kalau ada yang mengandung SARA, kami akan take down, dan akan serahkan kepada polisi untuk proses hukum lebih lanjut,” katanya. (her)