JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Merasa Didzolimi, Kader PKS se-Bali Mundur Berjamaah

POLITIK
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Adanya pergantian kepengurusan di jajaran Dewan Pimpinan Tingkat Wilayah (DPTW) PKS Bali menimbulkan mosi tak percaya dari seluruh jajaran.

Pasalnya, pergantian tersebut dinilai tak sesuai dengan prosedur kepartaian dan tanpa melalui musyawarah.
Adapun beberapa hal yang menjadi pertimbangan pengunduran diri. Diantaranya, pertama, otoritarianisme DPP PKS dengan menabrak AD/ART dan persekusi terhadap kader yang dituduh tidak loyal.
Kedua, DPP PKS Anti Demokrasi, pimpinan PKS menutup pintu dialog dan perbedaan pandangan.
Ketiga, Sikap dan tindakan pimpinan PKS berbeda jauh dengan nilai-nilai Islam yg menjadi identitas PKS selama ini.
Keempat, pembelahan pimpinan PKS sejak 2016 secara sistematis, konflik dan pemecatan di dalam tubuh PKS yang membuat PKS kehilangan kekuatannya, khususnya menghadapi pemilu 2019.
Maka dari itu, seluruh jajaran langsung menggelar aksi mengundurkan diri secara berjamaah.
Tak hanya struktur pengurus internal saja, jajaran Dewan Pengurus Tingkat Wilayah (DPW), Dewan Pengurus Tingkat Daerah (DPD), Kader Inti, dan Anggota PKS Se-Bali menyatakan mundur dari Jabatan Struktural Pengurus PKS dan meletakkan status sebagai Kader dan Anggota PKS yang ditujukan kepada Ketua Majelis Syuro (KMS) selaku Pimpinan Tertinggi PKS dengan tembusan kepada Presiden PKS.
DPW PKS Bali juga mengucapkan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungannya selama ini. Bagi PKS Bali, pengunduran diri terpaksa ditempuh. Saat ini, PKS sudah dianggap tak efektif lagi dijadikan sebagai media perjuangan.
Ketua DPW PKS Bali H. Mujiono mengatakan, dirinya bersama kader-kader lain merasa telah di dzolimi oleh DPP PKS. Lantaran, adanya Surat Keputusan (SK) siluman dari DPW yang isinya tentang Jajaran Kepengurusan yang baru tanpa musyawarah. Sehingga, telah dilakukan pelantikan Ketua DPW PKS Provinsi Bali yang saat ini dijabat oleh Hilmun Nabi oleh DPP PKS.

"Saya punya kader-kader sekitar 4.900 orang se-Bali. Saya jamin 90 persen mundur. Sampai hari kemarin saya masih menyelesaikan tugas sebagai Ketua DPW (PKS). Tapi ternyata, ada yang menelikung dari belakang yang tidak menghargai musyawarah. Ternyata ada SK siluman yang akhirnya ada pelantikan itu, " ujarnya seusai melakukan pengunduran diri di Kantor DPW PKS Provinsi Bali, Jumat (28/09).

Dengan pengunduran tersebut, pihaknya menyatakan sudah tak ada hubungannya dengan PKS. Segala kegiatan dan tugas-tugas berkaitan dengan PKS resmi dilepas. "Karena saya sudah tidak menjadi anggota PKS lagi, saya sudah terlepas dari semua resiko apapun yang ada di PKS di Pulau Bali. Sekali lagi, saya dengan teman-teman berlepas diri, " tegasnya. (her)