JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Penerapan pembatasan akses menuju kawasan Nusa Dua dengan kendaraan berplat ganjil genap mendapat sorotan daeri DPRD Bali. sperti diketahui, penerapan tersebut diberlakukan selama Pertemuan IMF-World Bank mulai tanggal 8-14 Oktober mendatang.

Ketua Komisi I DPRD Bali Ketut Tama Tenaya menyatakan, pihaknya sangat mendukung Bali sebagai tempat penyelenggaraan Pertemuan IMF-World Bank. Hanya saja, aturan tersebut dinilai kurang efektif. Sehingga berpotensi akan menimbulkan kegaduhan. Terlebih, penerapan ganjil genap di Bali belum pernah dilakukan.

Dirinya menghimbau kepada Polda Bali dan Dinas terkait bisa melakukan pengkajian dan sosialisasi tehadap penerapan ganjil genap. “Nanti membuat keributan di lapangan. Apalagi ini IMF-World Bank, dan pasti harus diantisipasi solusinya. Kalau pas ada mobil pribadi penting. Memang disiapkan Bus Trans Sarbagita, tapi itukan tidak nyambung,” terangnya saat dikonfirmasi, Kamis (27/9/2018).

Menurutnya, Polda Bali dianggap kurang melakukan sosialisasi. Selama ini sosialisasi hanya sebatas di media saja. Di wilayah Kuta Selatan masih belum sosialisasi. Penerapan ganjil genap tersebut dianggap tidak terlalu penting. Dirinya lebih mendukung rekayasa lalu lintas. “Tidak perlu sebenarnya itu, bikin masalah itu nanti. Ya rekayasa lalu lintas saja, seperti perubahan arus mana yang akan dilalui delegasi, dan mana yang dibuka untuk publik,” tandasnya.

Politisi asal Kuta Selatan ini menyarankan, selama pertemuan IMF-World Bank, daerah tujuan wisata dan wilayah yang sering macet di Nusa Dua bisa dialihkan. “Kan itu yang bikin macet. Kalau domestic hanya segitu-gitu. Atau diatur waktunya agar bisa masuk wisatawan domestic ini. Jadi prediksi jam 06-09 delegasi lewat, diantara jam itu wisatawan domestic gak boleh masuk lokasi. Setelah itu boleh masuk dan dibuka. Dan juga waktunya juga disosialisasikan,” terangnya.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada Polda Bali bisa mempertimbangkan penerapan ganjil genap selama pertemuan IMF-World Bank dengan matang. Apalagi, aturan tersebut terkesan mendadak. Juga belum pernah dilakukan uji coba.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Anggota Komisi II DPRD Bali Anak Agung Ngurah Adhi Ardhana. Menurutnya, dari pengalaman yang telah dimiliki Bali selama menjadi tuan rumah, tak pernah ada permasalahan terkait lalu lintas. Kalaupun terjadi kemacetan ataupun penyetopan kendaraan, hanya beberapa saat saja. “Tidak pernah ada masalah, apalagi sudah ada Underpass dan Jalan Tol. Saya kira tidak ada kepentingan yang mendesak untuk ganjil genap di Bali,” ungkapnya. (her)