JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK
Typography

Denpasar-fajarbali.com | KPU Provinsi Bali akhirnya menetapkan jumlah DPT (Daftar Pemilih Tetap). Penetapan ini dilakukan dalam Rapat Pleno Terbuka Penetapan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan 2 (DPTHP-2), di Rumah Luwih Beach Resort, Gianyar, Rabu (14/11/2018).

Jumlah DPT untuk Provinsi Bali yang ditetapkan yakni sebanyak 3.133.445 pemilih. Dimana, diantaranya jumlah pemilih laki-laki sebanyak 1.558.061, sedangkan pemilih perempuan sebanyak  1.575.384. 

Jika dibandingkan dengan jumlah DPT sebelumnya, kali ini bertambah sebanyak 105.196 pemilih. "Kita sudah tetapkan DPTHP-2 ya jumlahnya 3.133.445, terdiri dari 1.558.061 pemilih laki-laki dan 1.575.384 perempuan," kata Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan. 

Diantara jumlah tambahan tersebut, beberapa daerah yang mengalami penambahan jumlah DPT yakni Kota Denpasar (50.365 pemilih), Kabupaten Buleleng (23.083 pemilih), dan Kabupaten Badung (19.945 pemilih). Sedangkan penambahan paling sedikit di Kabupaten Karangasem hanya 446 pemilih. 

"Denpasar penyumbang terbesar pemilih baru, paling sedikit justru Karangasem," terangnya. Tak hanya itu, KPU Provinsi Bali juga melakukan pencoretan terhadap pemilih yanh Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

Pencoretan tersebut didasarkan berbagai hal, mulai dari meninggal dunia, tak ditemukan alamat. Jumlahnya mencapai 19.168 pemilih. Kabupaten Tabanan menjadi daerah yang paling banyak dicoret yakni sebanyak 6.315 pemilih. Lalu Kabupaten Buleleng sebanyak 4.331 pemilih, dan Giayar sebanyak 2.234 pemilih. 

Kendati demikian, penetapan tersebut masih bisa berubah apabila nantinya ada warga yang sudah melakukan perekaman E-KTP tapi tak masuk dalam DPT. "Saya kira bertambah mungkin, nggak mungkin sempurna. Dalam arti punya E-KTP tapi tidak masuk kan bisa memilih," tambahnya.

Maka dari itu, KPU menghimbau kepada masyarakat agar ikut pro aktiv untuk mengecek apakah namanya sudah masuk DPT atau belum. Dirinya juga pihaknya berharap agar masyarakat Bali, khususnya yang belum melakukan perekaman E-KTP ikut proaktif dengan mendatangi Dukcapil atau kantor Kecamatan untuk melakukan perekaman E-KTP. 

Selanjutnya, hasil rapat pleno DPT akan dibawa ke KPU RI di Jakarta untuk dilakukan rekapitulasi dan penetapan oleh KPU RI bersama dengan DPT dari berbagai provinsi yang ada di Indonesia. "Besok kita bawa ke nasional kan disana rekapnya," pungkasnya. (her)