JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Polda Bali terus melakukan sinergi dan koordinasi dengan partai politik menjelang Pemilu 2019 mendatang. Kali ini giliran Partai Berkarya yang menjadi tujuan Polda Bali.

Wadir Intelkam Polda Bali AKBP Dwi Wahyudi, SIK mengatakan, saat ini kondisi menjelang Pemilu 2019 agak cukup panas. Belakangan, banyak isu-isuyang sengaja “digoreng” oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Misalnya saja soal Reuni Aksi 212.

“Ada kegiatan reuni yang dikemas dalam bentuk 212, kegiatan tersebut bukan murni membela islam tapi ditunggangi politik. Kedua, masuk tahap kampanye situasi cukup panas, saling menggoreng. Semoga di Bali tidak terpengaruh, Bali tetap damai,” katanya saat silaturahmi dengan Partai Berkarya, Rabu (21/11).

Ketua DPW Partai Berkarya Bali I Putu Gde Djaja mengucapkan terima kasih kepada kepolisian khususnya Polda Bali untuk menyamakan persepsi pada Pemilu 2019. Menurutnya, Pemilu 2019 memang sangat berpotensi rawan. Pasalnya, dua hajatan besar yakni Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) berlangsung serentak dan bersamaan.

“Saya ucapkan terima kasih kepada polisi untuk menyamakan persepsi pada pemilu ini. Pilpres dan Pileg bersamaan sangat rawan. Tetapi kami lebih fokus pada Pileg, kami tidak akan mendapatkan multiplayer efek dari kegiatan ini,” terangnya.

Gde Djaja juga memastikan jika seluruh kader Partai Berkarya tak akan melanggar aturan yang telah ditentukan. Dirinya juga menyatakan, bahwa sebagai pimpinan partai mampu menjaga stabilitas internal partai. Yang terpenting, semua pihak khususnya Penyelenggara dan Aparat Keamanan mampu bersikap netral saat Pemilu. “Saya Ketua DPW jamin kalau anak-anak saya akan jalan di track. Saya mampu mengendalikan partai. Saya harap semua komponen pemilu itu netral, terutama KPU. Semoga kita semua sadar kepentingan nasional diatas segala-galanya,” tegasnya. 

Sementara itu, Ketua Dewan Penasehat DPW Partai Berkarya Bali Brigjen Pol (Purn) Dewa Bagus Made Suharya menambahkan, dirinya menghimbau kepada aparat kepolisian bisa mengamankan Pemilu 2019. “Kami hanya mohon pihak kepolisian bagaimana supaya pelaksanaan pemilihan berjalan sesuai dengan ketentuan. Kami tidak akan melanggar aturan yang KPU sampaikan, kami harap mampu bertarung dengan kedamaian,” pungkasnya. (her)