JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Penetapan tersangka Ketut Sudikerta atas dugaan penipuan, penggelapan, pemalsuan, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) akhirnya berdampak pada jabatannya sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Bali.

DPP Partai Golkar langsung bergerak cepat membahas langkah untuk menyikapi hal tersebut dengan menggelar rapat khusus.

Dari hasil khusus yang digelar di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Selasa (4/11/2018) siang, diputuskan bahwa Ketut Sudikerta tak lagi menjabat sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Bali. Rapat yang dipimpin oleh Ketua DPP Golkar Koordinator Bidang (Korbid) Kepartaian, Ibnu Munzir memutuskan menunjuk Ketua Pemenangan Pemilu Wilayah Bali-Nusra DPP Golkar, Gde Sumarjaya Linggih atau yang akrab disapa Demer sebagai Pelaksana Tugas (Plt).

Pemberhentian Ketut Sudikerta serta pengangkatan Demer sebagai Plt tertuang dalam Surat Keputusan Nomor: KEP-362/DPP/GOLKAR/XII/2018 Tentang Pemberhentian Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali dan Penunjukkan Pelaksana Tugas Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali. surat tersebut diterima langsung oleh Sekretaris DPD I Partai Golkar Bali I Nyoman Sugawa Korry.

"Hari ini saya atas nama Ketua Umum DPP Partai Golkar, didampingi jajaran Korbid kepartaian menyerahkan SK Tentang pemberhentian Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali dan Penunjukkan Pelaksana Tugas Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali yang diterima langsung penerima mandat di dampingi Sekretaris DPD Golkar Provinsi Bali," ujar Ketua DPP Golkar Koordinator Bidang (Korbid) Kepartaian, Ibnu Munzir.

Menurutnya, keputusan untuk menunjuk Plt memerlukan pertimbangan dan pembahasan serta proses yang cukup panjang dan intensif. Munzir memaparkan, keputusan untuk memberhentikan Sudikerta sebagai ketua DPD I Partai Golkar supaya mantan Wakil Gubernur Bali tersebut bisa berkonsentrasi dalam kasus yang saat ini menimpanya.

"Bahwa proses terbitnya SK ini sudah melalui pembahasan yg intensif dan sejalan dengan peraturan organisasi Partai Golkar. Pertimbangan mendasar DPP adalah memberikan kesempatan kepada saudara Ketut Sudikerta untuk lebih berkonsentrasi untuk menghadapi masalah hukum yang sedang dihadapi," akunya.

Lebih dari itu, Partai Golkar tak ingin kasus yang menimpa Sudikerta akan mempengaruhi dan berdampak pada kelangsungan partai dalam menghadapi Pileg dan Pilpres 2019 mendatang, khususnya di Bali.

"Di sisi lain program dan agenda partai dalam menyongsong Pilpres dan Pileg harus terus berjalan sesuai dengan arah dan sasaran yang telah ditetapkan, dan kewenangan DPP, untuk segera mengambil langkah cepat agar jangan kondisi yang terjadi Provinsi Bali tidak berpengaruh terhadap elektabilitas Partai Golkar maupun Capres dan Cawapres yang diusung oleh Partai Golkar," tandasnya.

Terkait ditunjuknya Demer sebagai Plt bukan tanpa alasan. Menurutnya, sosok Demer dianggap paham terhadap kondisi saat ini di Bali. "Gde Sumarjaya Linggih, adalah figur yang dipandang tepat mengemban tugas berat ini, mengingat kapasitasnya sebagai Ketua Korwil Pemenangan Bali, yang telah sangat memahami kondisi obyektif yang ada di Bali," jelasnya.

Plt. Ketua DPD I Golkar Bali, Gde Sumarjaya Linggih usai mendapat mandat, dirinya akan langsung menggelar konsolidasi dengan seluruh jajaran Partai Golkar di Bali. 

"Nanti konsolidasi dulu ke bawah, dan teman-teman DPD II dan I untuk berkoordinasi dengan saya selaku Plt. dan saya mengajak kepada seluruh jajaran kader untuk tetap solid, bekerja keras dan bahu membahu, mewujudkan kemenangan Pileg maupun Pilpres dan dalam waktu segera akan mengundang seluruh pengurus pleno, pimpinan kabupaten/kota, kecamatan dan desa seluruh Bali," katanya, Selasa (4/12).

Dirinya akan tetap melanjutkan apa yang telah menjadi program dan target Partai Golkar Bali selama ini. Yakni 3 kursi DPR RI, 15 kursi DPRD Bali, dan penambahan 100 persen seluruh kursi DPRD kabupaten/kota se-Bali. "Target tetap untuk Bali, tidak berubah, kami tetap ya, kami minta teman-teman bekerja keras," tambahnya.

Pria asal Buleleng ini juga meminta kepada seluruh jajaran kader dan penguruh Partai Golkar di Bali untuk memberikan dukungan moral kepada Ketut Sudikerta supaya kasus yang membelitnya segera terselesaikan. "Mengajak seluruh jajaran kader untuk memberikan empati, simpati, dan doa serta dukungan moral kepada saudara Ketut Sudikerta agar bisa segera mengatasi dan menyelesaikan masalah hukum yang dihadapinya," pungkasnya. (her)