JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Puluhan Paket Tabloid Indonesia Barokah beredar di Bali. Informasi tersebut disampaikan oleh Komisioner Bawaslu Bali Divisi Penanganan Pelanggaran Pemilu Wayan Wirka, Kamis (31/1/2019). "Betul, ada ditemukan oleh kami," aku Wirka. 

Bawaslu Bali mendapat informasi tersebut dari daerah lain. Tak mau berdiam diri, pihaknya langsung berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk melakukan penyelidikan. "Itu ada di paket, diamplopin, kita mendapat informasi di media kan banyak di daerah lain. Sehingga kita juga selidiki dengan kepolisian dan kita temukan itu di kantor pos," terangnya. 

Dari hasil temuan itu, diketahui total paket sebanyak 42 dari tanggal 26-29 Januari 2019. Ada beberapa daerah yang menjadi temuan adanya Paket Tabloid Indonesia Barokah, diantaranya Karangasem, Jembrana, Singaraja, dan Kota Denpasar. 

Diselidiki, sebanyak enam paket sudah didistribusikan ke Denpasar, enam paket ke Jembrana, delapan paket ke Buleleng, dan dua paket di Karangasem. Satu paket isinya beragam, dua atau tiga tabloid yang isinya diduga mendiskreditkan pasangan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi).

Sementara itu, 19 paket belum sempat beredar di Kabupaten Jembarana, dan 1 paket berada di Kabupaten Buleleng. Paket yang belum beredar ini masih berada di kantor pos masing-masing kabupaten.

"Beberapa sudah ada, di beberapa masjid di Karangasem, yang menerima tidak sempat membacanya secara utuh," jelasnya. 

Kendati demikian, dirinya menyebut bahwa Bawaslu tak bisa melakuka penyitaan. Hanya sebatas meminta untuk melakukan penundaan peredaran tabloid. "Kita nggak ada kewenangan untuk menyita itu. Kita hanya mencari tahu apakah itu ada di Bali atau tidak," tandasnya. 

Akan tetapi, Bawaslu tetap akan melakukan pengawasan terhadap peredaran Tabloid Indonesia Barokah di Bali. "Kami akan tetap awasi masuknya tabloid-tabloid yang menjadi perhatian dalam pemilu. Ini dalam rangka mencegah dampaknya terhadap pemilu, tandasnya.

Di sisi lain, Bawaslu RI menyatakan bahwa tabloid tersebut sudah terdistribusi hampir di seluruh provinsi Indonesia. Penyebaran Tabloid Indonesia Barokah meliputi Papua Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Bali, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Jawa Tengah dan Yogyakarta.

"Penyebarannya kemarin hampir seluruh Indonesia. Dari Papua Barat, NTT, NTB, Bali, Sumsel, Kaltim, Sumut. Hampir seluruhnya ada, baik itu di Jogja, Jateng, hampir semua. Paling banyak di daerah Jogja. Tapi sudah terdistribusi dihampir seluruh provinsi," kata Komisioner Bawaslu RI Fritz Edward Siregar.

Meski begitu, Bawaslu sudah melakukan kajian internal terkait konten Tabloid Indonesia Barokah, dan menyimpulkan tabloid tersebut tidak termasuk dalam pelanggaran pidana pemilu. Namun, Bawaslu sudah meminta kepada pihak kepolisian untuk melakukan investigasi lebih lanjut. Pasalnya, ada dua permasalahan yang mereka hadapi saat ini yakni soal siapa terlapor dan apa keterlibatan terlapor di dalamnya. Apakah mereka sebagai pelaksana, peserta pemilu atau tim kampanye salah satu kubu Pilpres 2019.

Bawaslu juga tengah dalam upayanya melakukan pencegahan lantaran penyebaran tabloid tersebut dianggap sudah meresahkan masyarakat. (her)