JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Partai Golkar Bali di bawah kepemimpinan Plt. Ketua DPD I Gde Sumarjaya Linggih alias Demer kembali meresufle struktur kepengurusan.

Setelah mengganti Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Bali Wayan Gunawan, kali ini jajaran Wakil Ketua menjadi sasaran. Uniknya, yang diresufle hampir secara keseluruhan merupakan loyalis Ketut Sudikerta. 

Padahal, jika dilihat dari masa kepengurusan, akan berakhir pada 2020 mendatang. Adapun nama-nama yang dirotasi yakni I Gusti Putu Wijaya Wakil Ketua DPD I Golkar Bali Bidang Organisasi dan Daerah digantikan I Made Dauh Wijana yang saat ini menjabat Ketua DPD I Golkar Gianyar, I Wayan Subawa yang menjabat Wakil Ketua DPD I Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Denpasar digantikan Ida Bagus Gede Udiyana yang tak lain adalah Wakil Ketua DPD I Golkar Bali Bidang Agama, I Made Dedung Suardana Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Badung digantikan Anak Agung Citra Umbara. Kemudian Anak Agung Ngurah Rai Wiranata yang menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Hubungan Antar Ormas Partai Golkar.

I Gusti Putu Wijaya saat memberikan keterangan menyatakan, apa yang dilakukan oleh Demer dengan melakukan resufle dianggap menyalahi aturan. “Dalam PO DPP Partai Golkar yakni Julak 04 dan 08 Tahun 2010 itu jelas reshuffle harus melalui rapat pleno khusus. Ini tidak, tiba- tiba saja ada pergantian,”ujarnya di Warung Nilo Renon, Selasa (5/2/2019).

Menurutnya, kebijakan Demer justru membuat Partai Golkar bergejolak. “Saya sudah di Golkar sejak Tahun 1973. Bukannya saya merengek minta jadi pengurus, tetapi dibandingkan dengan Demer semua kader Golkar tahu sejak kapan saya mengabdi di Golkar. Beda dengan Demer yang loncat dari Partai Indonesia Baru (PIB) Propinsi Bali Tahun 2004, direkrut Ketua DPD I Golkar Bali saat itu I Gusti Ngurah Alit Yudha ke Golkar. Saat itu Demer langsung mendapatkan ranking 1 Caleg DPR RI. Saya tahu proses itu, padahal kader lain jauh lebih berkeringat," tambahnya. 

Menyikapi hal itu, pihaknya tak akan tinggal diam. Wijaya akan melakukan perlawanan untuk mendapatkan keadilan. Pasalnya, suasana internal Partai Golkar Bali akan semakin keruh.

"Ini tidak hanya membuat goncangan. Tapi kacau balau partai Golkar dari atas sampai keatas. Harusnya dia (Demer) melakukan konsolidasi menghadapi Pileg 2019, bukan membuat kisruh di partai. Bayangkan pentolan-pentolan partai yang sudah mengabdi bertahun-tahun dan membesarkan partai direshuffle. Saya sendiri kalaupun diajak lagi sama Demer saya nggak mau, kalau cara-caranya berorganisasi buat kacau gini," akunya. 

Hal yang sama dilontarkan oleh Wayan Subawa. Pria yang di masa kepemimpinan Ketut Sudikerta menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Kota Denpasar ini sejak awal tidak berniat duduk distruktur kepengurusan. Melainkan ditunjuk.

"Saya bersedia jadi pengurus karena memang saya ingin membalas jasa Partai Golkar yang telah memberikan tempat buat orang tua saya yang menjadi anggota DPRD Badung. Kalau pengabdian di Golkar saya sudah sejak Tahun 1982 menjadi Ketua gema MKGR (organisasi underbow Golkar). Tahun 1990 Wakil Ketua DPD Golkar Badung. Dan sekarang saya masih Ketua MKGR Propinsi Bali. Jadi saya tidak kejar jabatan di partai," terangnya. 

Walaupun menyesalkan resufle tanpa melalui pleno tersebut, dirinya tetap berterima kasih kepada Demer. "Saya terimakasih dengan Demer, tetapi lihat nanti. Apa yang dilakukan Demer itulah keinginan Subawa. Bukan menyakitkan. Saya sendiri sepakat dan mendukung apapun langkah teman-teman yang direshuffle tanpa proses pleno sesuai dengan Peraturan Organisasi," ucap dia. 

Sementara itu, Rai Wiranata menyebut pergantian yang dilakukan oleh Demer akan berdampak pada pendukung setia Partai Golkar. Pasalnya, Plt yang diharapkan mampu membawa Partai Golkar Bali meraih kejayaan, malah semakin membuat kisruh.

"Saya pribadi tidak ada kepentingan untuk jadi pengurus. Tidak jadi pejabat. Karir saya menjadi Komisaris Desa sejak Tahun 1973, Korcam Tahun 1983, Ketua AMPI Badung. Belum ada Kota Denpasar. Saya sudah anggota DPRD Badung 1987. Tahun 2004 saya di DPRD Bali. Demer waktu Tahun 2004 itu saya tidak pernah lihat Demer. Yang saya tahu itu Demer adalah pengurus PIB Bali. Golkar Bali waktu itu dipimpin Alit Yudha putra Pahlawan kita Gusti Ngurah Rai. Saya ikut diajak bicara waktu menjadikan Demer Caleg Golkar 2004," pungkasnya. (her)