JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Pasca melakukan resuffle struktur kepengurusan, Plt. Ketua DPD I Partai Golkar Bali Gde Sumarjaya Linggih langsung menggelar Rapat Pleno di Sekretariat DPD I Partai Golkar Bali Jalan Surapati Denpasar, Rabu (6/2/2019).

Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk pengesahan struktur jajaran baru. Pada Rapat Pleno itu, Demer (sapaan akrabnya) menawarkan kepada para loyalis Ketut Sudikerta yang diresufle duduk di Dewan Penasehat.

Demer menyatakan, reshuffle yang dirinya lakukan mengacu pada SK DPP Partai  Nomor 362 Tahun 2018. Menurutnya, selama dirinya ditunjuk sebagai Plt, pelaksanaan rapat harian tak pernah kuorum. Dari 98 orang yang duduk dikepengurusan harian, ada 48 orang yang tidak aktif. Alasanya, ada yang sudah menjadi PNS, maju sebagai DPD RI, dan ada yang sakit.

Menyikapi hal itu, Demer menyampaikan kondisi kepengurusan ke DPP supaya ada kajian dari Koordinator Bidang Kepartaian dan Koordinator Wilayah  bahwa apa yang dilakukan sudah sesuai dengan tahapan. Bahkan, ia mengklaim jika resufle telah mendapat restu DPP.

"Kami yakin, orang-orang yang didudukan sekarang ini juga tidak sempurna karena ada kesibukan masing-masing dan merasa kurang pas dengan posisinya," terang dia.

Demer yang didampingi Sekretaris DPD I Partai Golkar Bali I Nyoman Sugawa Korry mengakui jika dalam resufle ada beberapa kader senior yang tidak terakomodir. Sebagai gantinya, pihaknya akan memasukan para kader senior dan loyalis Ketut Sudikerta ke Dewan Pertimbangan DPD I Partai Golkar.

"Ada yang tidak terakomodir dan kami akui, kami akan tempatkan mereka di Dewan Pertimbangan. Melihat senioritas dan itupun kalau dia mau," akunya.

Sementara itu, Sekretaris DPD I Partai Golkar Bali I Nyoman Sugawa Korry menambahkan bahwa selama ini DPP selalu meminta masukan dan mempertanyakan kenapa rapat harian pengurus tak bisa digelar. Termasuk dengan pengurus yang tidak aktiv. Maka dari itu, Plt. diberikan mandat untuk melaporkan data-data yang ada.

Menurutnya, DPP telah menggodok masukan atas data-data tersebut. Kemudian, sekitar dua minggu hasilnya turun. "Hasil keputusan rapat pleno, secara bulat menyepakati, menerima dan menyetujui apa yang telah diputuskan dan diperjuangkan oleh Plt Ketua DPD Partai Golkar dan sudah disetujui," tambahnya. (her)