JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Tigas Belas Desa di Kubutambahan Siap Menangkan Koster-Ace

PILGUB BALI 2018
Typography

BULELENG-fajarbali.com | Dukungan deras dari warga Buleleng terus mengalir untuk calon Gubernur Bali nomor urut 1, Wayan Koster. Kandidat yang berpasangan dengan Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali 27 Juni mendatang itu panen dukungan saat menggelar kampanye di Kabupaten Buleleng.

Kali ini dukungan penuh datang dari 13 desa di Kecamatan Kubutambahan. Mengambil tempat di Wantilan Rsi Mejajar, Selasa (28/3\2018), sekitar seribu warga menyatakan kebulatan tekad mendukung, memenangkan dan memilih Koster-Ace pada Pilkada serentak mendatang.

Tiga belas desa itu yakni Desa Adat Kubutambahan, Desa Adat Bukti, Desa Adat Bengkala, Desa Adat bulian, Desa Adat Bila, Desa Adat Tamblang, Desa Adat depeha, Desa Adat Tajun, Desa Adat Tunjung, Desa Adat bontieng, Desa Adat Pakisan, Desa Adat Mengening dan desa Adat Tambakan. Tokoh masyarakat Desa Kubutambahan, Ketut Sandirat menjelaskan, ada 13 desa di Kecamatan Kubutambahan menyatakan kesiapannya berjuang satu jalur memenangkan Koster-Ace pada Pilgub Bali mendatang. Bukan tanpa alasan, karya nyata Koster menjadi dasar mereka menentukan pilihan.

"Karya nyata beliau (Wayan Koster) sudah terbukti dan dirasakan oleh warga. Wajar jika kami berkomitmen memenangkan beliau dengan perolehan 80 persen suara," kata Sandirat.

Di matanya, Koster merupakan figur tepat menjadi Gubernur Bali. Langkahnya yang cekatan dalam mengatasi masalah dianggap obat penawar bagi lambannya pemerataan pembangunan di Bali. Apalagi, Koster amat peduli dengan dunia pendidikan. Sontak hal tersebut menjadi nilai lebih bagi warga untuk memenangkan Koster. Sebab, mereka sepakat jika pendidikan merupakan salah satu jalan meretas kemiskinan. "Beliau (Wayan Koster) cocok menjadi Gubernur Bali. Beliau sosok pemimpin yang mendidik, yang sangat memperhatikan wong cilik," papar dia.

Suatu pagi delapan tahun silam, ia mendatangi kediaman Koster di Desa Sembiran. Di tangannya ia membawa lembsran kertas yang telah disusun menjadi proposal. Ya, saat itu ia mengajukan proposal pembangunan sekolah lanjutan atas. Tujuannya satu, ia ingin warganya memiliki pendidikan lebih, syukur-syukur memiliki keahlian khusus agar bisa bersaing menjadi bekal hidup. Gayung bersambut, Koster kala itu mengiyakan. "Akhirnya disetujui Pak Koster. Begitu diteliti proposal itu dengan sedikit perbaikan, Pak Koster langsung memperjuangkannya," kenang Sandirat.

Tak perlu waktu lama bagi Koster merealisasikan keinginan warga Kubutambahan tersebut. Dengan anggaran bertahap selama empat tahun, kini telah berdiri megah sebuah SMK Kesehatan di Kubutambahan. Saat ini, SMK Kesehatan di Kubutambahan menjadi SMK favorit di Buleleng. Tak hanya dari Kubutambahan saja, tak sedikit murid yang menimba ilmu di sini datang dari kecamatan lain, bahkan dari kabupaten tetangga. Selain sekolah, ternyata Wantilan Rsi Mejajar yang dijadikan lokasi pertemuan juga hasil karya perjuangan Koster sebagai anggota DPR RI. Ya, Koster yang memperjuangkan anggaran gedung serbaguna Wantilan Rsi Mejajar dari Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Saat ini, Sandirat menuturkan, sudah 800-an murid yang bisa bersekolah di SMK Kesehatan. Hebatnya lagi, kata dia, Koster juga memiliki perhatian kepada siswa tak mampu, namun memiliki minat belajar yang tinggi. "Ada program beasiswa dari Pak Koster bagi siswa tak mampu," terang Sandirat. Hal itu diakui pula oleh Koster. Bahkan nilainya terus bertambah dari tahun ke tahun.

"Awal-awal itu beasiswanya Rp750 ribu per tahun, sekarang dinaikkan menjadi Rp1 juta per tahun. Saya yang carikan bantuan bagi siswa miskinnya. Apa yang disampaikan oleh Pak Sandirat ini testimoni bagaimana saya sungguh-sungguh berjuang untuk Bali, bukan hanya omong kosong sekadar program tanpa bukti," katanya.

Koster sendiri tak kuasa menahan harunya mendapat dukungan luas dari masyarakat. Ia mengucapkan terima kasih atas kebulatan tekad tersebut. Pada saat yang sama, ia memaparkan sejumlah program unggulan bagi masyarakat secara umum dan Kabupaten Buleleng secara khusus. Sudah barang tentu, selain produk pertanian, infrastruktur juga menjadi fokus perhatiannya dalam rangka menyeimbangkan pembangunan.

"Pelabuhan Celukan Bawang kita perjuangkan untuk naik status agar bertaraf internasional. Begitu juga bandara Buleleng di Kubutambahan, dengan pola satu jalur kita yakin bisa dibangun. Hal lain adalah shortcut untuk mempercepat akses Denpasar-Buleleng. Itu akan menjadi fokus perhatian kita selain dari pendidikan gratis, kesehatan gratis, bedah rumah dan sejumlah program unggulan lainnya," tutur dia.(rls)