JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar DR. Ir. Akbar Tanjung menyikapi keadaan Partai Golkar beberapa bulan ini. Berdasarkan pengamatanya dari hasil survey, Partai Golkar mengalami tanda-tanda penurunan suara.

Tak hanya di Bali, seluruh daerah di Indonesia juga sama. Menurut Akbar Tanjung, dari hasil survey salah satu media ternama dan terpercaya, trend Partai Golkar terus menurun dan berada diurutan ke 4 nasional dengan peroleh 6,1 persen. Urutan pertama diraih PDIP dengan 26 persen, Gerindra 16 persen, disusul urutan ketiga PKB. Maka dari itu, Akbar meminta kepada seluruh kader semakin gencar turun ke masyarakat dan terus melakukan konsolidasi. 

"Saya merasa terpanggil sehingga saya datang kesemua DPD I di Indonesia, karena ada tanda-tanda penurunan suara partai. Saya tidak bisa terima saya tidak iklas dan saya tidak mau itu terjadi," ujar dia saat menyampaikan sambutan dan orasi dihadap para kader dan pengurus Golkar Bali di Wantilan DPD I Partai Golkar Bali, Kamis (28/2/2019).

Sebagai senior di Partai Golkar, dirinya tak ingin membiarkan hal tersebut. Dirinya bersedia dan turun gunung ke daerah-daerah untuk memberikan semangat dan motivasi kepada para kader agar berjuang dan memenangkan partai. 

"Saya harus ikut turun menaikan suara partai kita, suara naik dan kursi naik agar Golkar bisa meraih posisi 2 besar dalam perpolitikan di Indonesia. Target 110 kursi bisa tercapai dan Golkar bisa kembali menjadi pemenang pada Pemilu 2019," tandasnya.

Mantan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) ini juga menceritakan sejarah perjalanan Partai Golkar mulai dari Orde Baru hingga saat ini. Saat itu, pada Bulan Maret 1999 jelang pemilu, Partai Golkar mendeklarasikan kekuatan politik sebagai partai politik. Dan pada saat Orde Baru, kekuatan Partai Golkar semakin besar dengan adanya dukungan dari tiga jalur. Yakni ABRI, Birokrasi dan Jalur Golkar. Tak ayal, Partai Golkar dapat memenangkan Pemilu dengan perolehan 60-73 persen. 

Akan tetapi, Partai Golkar pada era reformasi langsung bertransformasi. Dimana, Golkar menjadi mandiri tanpa ada dukungan dan keistimewaan. Banyak pihak yang berpandangan, bahwa Golkar akan tenggelam. Namun, kenyataannya, perolehan kursi Partai Golkar justru semakin meningkat, yakni 128 kursi pada Pemiku 2004. 

Sementara itu, Plt. Ketua DPD I Partai Golkar Bali Gede Sumarjaya Linggih mengatakan, bahwa yang disampaikan oleh Akbar Tanjung adalah hasil survey beberapa bulan yang lalu. "Itu kan enam bulan yang lalu, sekarang kan sudah naik," tambahnya. 

Pada Pileg 2019 ini, pihaknya mengaku optimis mampu menaikan perolehan suara dan kursi. Baik di DPR RI maupun Provinsi. "Di provinsi kita berpeluang menang. Di DPR RI kita punya dua kursi, kalau sudah dua lebih, rasa sih tiga secara suara," pungkasnya. Demer (sapaan akrabnya) menyatakan kader yang dicalonkan saat ini memiliki kualitas. (her)