JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Presidium Persatuan Nasional Aktivis 1998 (Pena 98) Provinsi Bali tampaknya tak hanya ingin menjadi penonton pada ajang Pemilu 2019 khususnya Pemilihan Presiden (Pilpres).

Hal ini terbukti dari pernyataan sikap politik dan dukungan yang digelar pada oleh Pena 98 pada Hari Kamis (14/3/2019) di rumah makan seputaran Kota Denpasar.

Ada tiga poin utama dalam pernyataan sikap Pena 98. Pertama, menolak Capres pelanggar Hak Asasi Manusia (HAM). Artinya, pemimpin Indonesia harus bersih dari catatan kelam pelanggaran HAM dan dosa-dosa masa lalu. Pasalnya, keterkaitan dan keterlibatan Capres dalam kasus-kasus pelanggaran HAM berat akan menjadi contoh buruk bahkan ancaman bagi masa depan demokrasi, negara, dan rakyat.

Kedua, menolak Capres Tuan Tanah. Dimaksudkan, pemimpin Indonesia bukanlah dari segelintir orang yang menguasai lahan untuk kepentingan sendiri ditengah kemiskinan jutaan orang lainnya. Ketiga, menolak kebangkitan Keluarga Cendana. Saat ini, Pena 98 menilai kontestasi politik pada Pilpres 2019 sejatinya pertarungan politik masa lalu dan masa kini.

Masa lalu, menampilkan orang-orang yang terkait erat dengan Orde Baru dari keturunan Cendana, menantu, hingga mantan jongos. Sementara masa kini, adalah generasi millennial yang anti dan menumbangkan Orde Baru dengan segala sistem yang penah dijalankan pada masa tersebut.

Presidium Pena 98 Provinsi Bali Oktaviansyah menyatakan, Pilpres 2019 bukan hanya sekedar perhelatan yang biasa-biasa saja. Menurutnya, penuh dengan nilai-nilai moral, kepercayaan, dan pesan yang harus diwujudkan.

“Saat ini kami melihat ada ancaman demokrasi, persoalan-persoalan kemanusiaan, ada ancaman terhadap kebhinekaan, dan keutuhan NKRI, termasuk HAM,” katanya.

Di akhir pernyataan sikap, Pena 98 Provinsi Bali menegaskan dukungan politik kepada Pasangan Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Nomor Urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin (Jokowi-Amin).

“Untuk itu, kami sepakat Pena 98 untuk tetap mendukung Capres dan Cawapres 2019 yang bukan bagian dari masa lalu, bukan pelanggar HAM, bukan penebar Hoax dan komiten terhadap cita-cita perjuangan kami dalam agenda reformasi 98. Calon pemimpin itu ada pada Pasangan Nomor Urut 01 Jokowi-Amin,” tegas dia. (her)