JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK
Typography

AMLAPURA-fajarbali.com | Usaha Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Karangasem untuk memberikan pelatihan saksi kepada masing-masing parpol ternyata tak sesuai harapan.

Pasalnya, dari dua hari melakukan pelatihan saksi, tingkat kehadiran para saksi ini terbilang jauh dari harapan. Padahal momentum pelatihan saksi ini semestinya bisa dimanfaatkan dengab baik untuk menyamakan pemahaman nanti di TPS.

Komisioner Bawaslu Karangasem, Kadek Puspa Jingga, Senin (8/4/2019) mengatakan, pihaknya telah memberikan surat undangan ke masing-masing parpol agar menyertakan para saksi mereka yang nantinya bertugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Bahkan, pihaknya pun melaksanakan kegiatan pelatihan saksi ke masing-masing kecamatan. Namun, upaya tersebut masih tetap jauh dari harapan. "Yang hadir setengah dari undangan, bahkan ada yang kurang," ujar Puspa Jingga.

Jingga mencontohkan, pelatihan saksi di kecamatan Kubu yang digelar hari ini, hanya diikuti oleh segelintir saksi. Partai Nasdem yang diundang 239 sama, yang datang hanya 13 orang. Bahkan, pada sesi kedua dari Partai Gerindra sama sekali tidak hadir alias nihil. Padahal, lanjut Jingga, pihaknya sudah memesankan nasi kotak dan snack. "Ada juga parpol yang memang tidak mengikutsertakan para saksinya untuk kita latih," ujarnya.

Jingga juga menyesalkan tingkat kehadiran para saksi yang tidak hadir saat acara, karena dinilai buang- buang anggaran. Apalagi nasi dan snack sudah di pesan dan harus mubazir. Terkait makanan yang sudah dipesan itu, pihaknya pun membagi-bagikan kepada anak-anak sekolah dan warga. "Kasian lah anggaran sudah kita siapkan mendapatkan nasi dan snack, tetapi saksi tidak ada datang, ya kita bagikan kepada anak siswa dan warga biar tidak mubazir," ujarnya lagi.

Hal yang sama juga terjadi pada sesi sebelumnya di kecamatan Bebandem, Selat dan Rendang. Jingga juga berharap, parpol yang sudah menyerahkan nama-nama saksi ke Bawaslu untuk di bimtek agar bisa meminta saksinya hadir sehingga ada pemahaman yang sama. "Sebelumnya kan parpol menyerahkan data saksi untuk kita berikan bimbingan, kecuali partai yang tidak menyerahkan data saksi tidak kita undang," ujarnya.

Jingga menyebutkan, pada pelatihan saksi sejumlah pertanyaan mengemuka dari para peserta,yakni boleh tidaknya mewakilkan mencoblos Di TPS. Pihaknya pun menegaskan,  tidak boleh ada kesepakatan apapun yang bertentangan dengan undang-undang. terlebih memilih mewakilkan, katanya dilarang oleh undang-undang kecuali untuk penyandang disabilitas tunanetra dan tuna daksa (tak punya tangan).

"Karena pentingnya kegiatan ini dalam menyamakan pemahaman saat bertugas d TPS, semestinya parpol proaktif mengerahkan saksinya untuk hadir di bimtek Bawaslu," ujarnya lagi. (bud)