JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Komisi Pemiliha Umum (KPU) Kota Denpasar telah menuntaskan rekapitulasi perolehan suara Pileg utuk Kota Denpasar, melalui rapat pleno.

Dari hasil pemilihan umum untuk DPRD Denpasar, sejumlah partai yang berhasil meloloskan kadernya  ke lembaga legislatif terjadi perubahan. Karena beberapa partai politik yang sebelumnya mampu duduk di lembaga ini, kini  harus terpental ke luar lembaga dewan  karena tak satu pun kadernya berhasil lolos melaju ke dewan. Seperti yang dialami PKS.

Meski demikian, perubahan ini tidak berdampak siginifikan terhadap jumlah fraksi yang akan dibentuk nanti. Diperkirakan jumlah fraksi yang ada di DPRD Kota Denpasar masih tetap lima. Bahkan, bila partai-partai yang kadernya hanya 2 atau 3 yang lolos ke dewan, maka mereka harus berkoalisi dengan partai lain untuk membentuk fraksi.

“Bila tatibnya tidak berubah, maka fraksi tidak akan banyak berubah,” ungkap Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, ditemui di sela-sela pleno rekapitulasi perolehan suara tingkat Kota Denpasar, Senin (6/5/2019).

Ketua Komisi I DPRD Denpasar I Ketut Suteja Kumara, juga menyamapaikan hal yang sama. Politisi PDI-P ini menyatakan jumlah fraksi di DPRD Kota  Denpasar tidak akan banyak berubah. “Bisa empat dan maksimal hanya lima fraksi,” tandas Suteja Kumara.

Dikatakan, sesuai dengan aturan yang ada, jumlah anggota partai politik yang bisa membentuk fraksi, yakni minimal sama dengan jumlah komisi yang ada. Misalnya di Denpasar ada empat  komisi, maka jumlah anggota minimal untuk bisa membentuk fraksi, yakni empat anggota dewan. “Kalau kurang, yak harus gabung,” ucapnya.

Saat ini, di DPRD Kota Denpasar ada lima frksi yaitu PDI Perjuangan, Golkar, Hanura, Demokrat, dan Gerindra. Fraksi yang terdiri dari beberapa partai (gabungan), yakni Gerinda dan PDI-P. Gerinda bergabung bersama PKS dengan nama fraksi tetap Gerindra. Sedangkan PDI-P mendapat tambahan satu anggota dari NasDem.

Saat ini, jumlah fraksi diperkirakan bisa lima, karena tiga partai harus bergabung untuk bisa membentuk satu fraksi. Misalnya Hanura dan PSI yang masing-masing dua anggotanya saja yang lolos, tidak bisa membentuk fraksi tersendiri. Kalau keduanya bergabung, baru bisa membentuk fraksi. Demikian pula dengan NasDem yang baru bisa meloloskan tiga kadernya, juga harus rela bergabung dengan partai lain agar bisa membentuk fraksi. “Kita masih menunggu instruksi pusat untuk bergabung ke mana nantinya,” ujar kader NasDem Denut, AAN.Gede Widiada yang kembali akan
duduk di kursi dewan periode 2019-2024.(car)