JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK
Typography

SEMARAPURA-fajarbali.com | Pengunduran diri I Nyoman Suwirta dari Partai Gerindra rupanya masih 'menggantung'. Lantaran hingga Senin (10/6/2019),  surat pengunduran diri Suwirta tersebut belum diteruskan ke DPD maupun DPP Gerindra. Ketua DPC Gerindra Klungkung, I Wayan Baru pun menampik sengaja mengulur waktu. Melainkan masih menunggu moment yang tepat. 

Dikonfirmasi saat jeda rapat paripurna, Wayan Baru menegaskan dirinya tidak ingin berkomentar jauh terkait pengunduran Suwirta tersebut. Menurutnya, nanti pihak DPPlah yang lebih berwenang. Hanya saja diakuinya, jajaran pusat memang belum mengambil keputusan. Apalagi surat penguduran diri Bupati Klungkung dua periode tersebut memang belum diteruskan ke DPD maupun DPP. Wayan Baru beralasan, masih menunggu waktu yang tepat. Mengingat saat ini Partai Gerindra sedang fokus untuk menuntaskan sengketa Pilpres Prabowo-Sandi di Makamah Konstitusi (MK). 

"Kami belum mau ganggu dalam kondisi seperti sekarang. Pusat masih sibuk urus masalah ke MK ini. Pokoknya saya kembali tunggu intruksi dari atasan. Saya ini kan sebagai pimpinan cabang, ada atasan saya. Sampai sekarang orang DPP belum ada telfon saya, tapi dengan pemberitaaan di media, mereka pasti sudah tahu. Saya masih menunggu moment yang tepat," ujarnya. 

Politisi asal Dusun Sakti, Nusa Penida inipun menegaskan dirinya tidak ada niat untuk 'menggantung' ataupun mengulur waktu untuk menyikapi penguduran diri Suwirta tersebut. Dirinya pun tidak mempermasalahkan jika muncul kesan demikian di masyarakat. Apalagi menurutnya, permasalahan serupa tidak hanya terjadi di Partai Gerindra. "Bukan hanya Partai Gerindra yang mengalami hal seperti ini. Semua partai pun mengalami. Itulah politik tidak ada yang abadi, hanya kepentingan sesaat saja yang ada," imbuhnya. 

Lebih lanjut  Wayan Baru juga menegaskan, pihaknya tidak ikut campur jika Suwirta pindah ke partai lain. Meskipun surat balasan atas pengunduran dirinya belum diterbitkan oleh DPP Gerindra. "Itu urusan dia, kami tidak mau masuk ke ranah itu. Itu haknya dia masing-masing," ungkapnya seraya mengatakan belum menyiapkan pengganti untuk posisi Suwirta sebagai Dewan Pembina Partai Gerindra Klungkung. 

Diberitakan sebelumnya, pada Kamis (23/5) lalu, Suwirta memutuskan untuk mengundurkan diri dari Partai Gerindra yang sudah dua kali mengusungnya di Pilkada Klungkung tersebut. Pengunduran Suwirta ini tentu didasari oleh sejumlah alasan. Diantaranya, ingin fokus menuntaskan visi misinya di periode kedua ini. Ia pun merasa diberi jalan, pasca beredar obrolan di group WA yang berbuntut dengan dikeluarknnya dirinya sebagai anggota. Menurutnya, hal inilah yang paling mengagetkan dan sangat disayangkan. Sehingga Suwirta berkesimpulan bahwa Gerindra memang sudah tidak membutuhkannya lagi. 

Di samping itu, bupati asal Nusa Ceningan ini juga mengaku tahu diri. Pasalnya selama berstatus sebagai kader Gerindra, belum dapat berbuat banyak untuk partai. Dirinya mengakui bukan kader militan, bahkan kerap tidak bisa hadir saat kader-kader lain menggelar pertemuan. (dia/Fajar Bali)