JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Bawaslu Bali kembali melakukan penyeledikan laporan dari Gede Suardana terhadap dugaan pemalsuan laporan penerimaan dan pengeluaran dana kampanye (LPPDK) Pemilu Legislatif 2019 yang dilakukan oleh Caleg NasDem Dapil Buleleng Dr. Somvir.

Setelah memanggil Ketua DPW NasDem Bali Ida Bagus Oka Gunastawa, kali ini giliran Dr. Somvir yang dimintai klarifikasi. Dr. Somvir yang juga Guru Yoga ini mengatakan, LPPDK yang dirinya serahkan tersebut murni berdasarkan fakta. Dirinya juga membantah dugaan pemalsuan seperti yang dilaporkan oleh Gede Suardana kepada Bawaslu Bali.

"Kami klarifikasi bahwa apa yang dilaporkan semua itu tidak benar, dan apa yang dana kampanye setorkan ke partai itu memang di lapangan seperti itu (Rp. 0)," katanya seusai memberikan klarifikasi ke Bawaslu Bali, Kamis (04/07/2019).

Ia juga mengakui bahwa memang ada Baliho dan stiker dirinya pada saat masa kampanye. Namun, Somvir menyebut tak mengetahui siapa yang membuat. Dirinya menduga inisiatif para muridnya. Bukan hanya itu saja, simakrama seperti caleg-caleg lain juga tak pernah dilakukan. "Kemungkinan pernah dibuat simpatisan murid saya, itu tanpa sepengetahuan saya. Jadi memang nol rupiah, karena kami tidak pernah simakrama," tandas dia.

Adapun cara-cara yang ia lakukan untuk menggaet suara yakni dengan perorangan alias person to person. Maka dari itu, perolehan suara yang didapat pada Pileg 2019 ini tak jauh berbeda dengan Pileg 2014 lalu. “Kami tidak pernah simakrama, modelnya beda, kami pakai person to person, jadi tidak ada yang aneh dan tidak perlu dibesar-besarkan," ungkap dia.

Walaupun kecewa dengan adanya laporan tersebut, Dr. Somvir mengaku tak akan melaporkan balik Gede Suardana. "Saya tidak akan lapor balik, karena itu sahabat-sahabat saya semua. Jika sementara ini mungkin mereka kecewa, tapi setelah ini akan damai semua," kata dia.

Dia bahkan menawarkan bagi siapa saja yang tak puas dengan dirinya, untuk bertemu dengannya. Dia juga menawarkan untuk mengajak yoga yang saat ini ia tekuni. "Kalau ada yang terus-terusan, belajarlah yoga," paparnya menawarkan solusi. "Saya dizalimi terus, tapi saya terima semua kerikil dan batu-batu itu dengan senyum," ungkap pria asal India yang sudah 25 tahun menetap di Bali ini. (her)