JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | DPRD Bali mengeluarkan rekomendasi terhadap Raperda Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2018. Rekomendasi tersebut disampaikan oleh Koordinator sekaligus Pembicara DPRD Bali Gede Kusuma Putra saat Sidang Paripurna, Rabu (17/07).

Adapun beberapa rekomendasi yang disampaikan oleh DPRD Bali antara lain, pertama, menekankan bahwasahnya semua catatan atau rekomendasi dalam LHP (Laporan Hasil Pemeriksaan) yang diberikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Bali supaya ditindalanjuti segera mengikuti batasan waktu yang diatur dalam perundang-undangan.

Kedua, isu kekinian yang sedang ramai adalah persoalan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru. Gubernur telah menyampaikan secara terbuka tentang solusi alternative untuk masa mendatang. Sebagai wakil rakyat, pihaknya memberikan dukungan terhadap program dan kebijakan yang akan dilaksanakan.

Ketiga, Dewan mengingatkan beberapa persoalan lama yang masih relevan untuk dibicarakan dan dicarikan jalan keluarnya. Mulai dari sector pertanian yang kontribusinya terhadap struktur perekonomian Bali dalam dua dasawarsa  ini tidak beranjak dari kisaran 16-17 persen. Maka dari itu, Dewan menyaranka perluanya dibuat peraturan daerah yang mengamatkan sedikitnya alokasi dana untuk sector pertanian sebesar 3-5 persen dari total APBD Pemprov Bali dan juga APBD Kabupaten/kota.

Keempat, pembangunan SDM (Sumber Daya Manusia) Bali perlu lebih di dorong, mengingat kemajuan teknologi informasi. Sehingga menuntut untuk beradaptasi guna mampu berkompetisi dalam situasi kekinian. Dan juga mampu menjadi pemain unggul dalam era industry 4.0. Selain itu, perlu sebuah parameter atau tolak ukur yang dinamakan “Human Capital Indeks” untuk mengetahui kemampuan dan kualitas SDM.

Terakhir, pariwisata Bali harusnya bisa memberi manfaat sebanyak-banyaknya untuk masyarakat. Pengembangan sector pariwisata dapat memberdayakan seluruh lapisan masyarakat termasuk para pengrajin. Terlebih, Pengrajin Bali yang sebagian besar kelompok UKM sangat unggul dengan inovasi dan kreatifitasnya. Pihaknya berharap, Dinas terkait yang membidangi dapat memfasilitasi dan mengarahkan para pengrajin untuk dapat meramu serta memadukan keunggulan komparatif dan kompetitif yang dimiliki agar berkiprah di Pasar Dunia. (her)