JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Kongres V PDIP mengagendakan Pemilihan Ketua Umum (Ketum). Nama Megawati Soekarno Putri dipastikan akan kembali memimpin PDIP untuk lima tahun kedepan.

Bahkan, akan langsung dikukuhkan seusai pembukaan Kongres. Berdasarkan pengalaman saat Kongres IV yang lalu, mayoritas utusan langsung meminta agar Ibu Megawati ditetapkan.
"Terlebih sekarang setelah melalui Konfercab dan Konferda semua menyampaikan aspirasi arus bawah supaya Ibu Megawati sebagai Ketum, sesuai jadwal acara malam nanti akan dilaksanakan pengukuhan," kata Sekjen PDIP Hasto Kristanto.

Mengenai dipercepatnya Kongres V PDIP yang seharusnya digelar pada tahun 2020 mendatang, Hasto menyebut seperti filosofi yang dilontarkan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla yakni "Lebih Cepat Lebih Baik".
Lain daripada itu, alasan percepatan waktu Kongres adalah penyesuaian agenda pemerintahan yang dipimpin oleh Jokowi-Amin periode 2019-2024.

"PDIP sebagai pengusung utama Pak Jokowi, maka dengan melakukan konsolidasi melalui Kongres ini, ketika pemerintahan Jokowi-Amin terbentuk seluruh jajaran partai sudah siap dan solid serta bergerak untuk kemajuan Indonesia Raya," akunya.

Selama ini PDIP bersama Jokowi terus menjalin komunikasi dan konsolodasi. Adapun topik yang dibahas adalah bagaimana membentuk kabinet yang bisa membumikan Pancasila serta ajaran Tri Sakti Bung Karno.

Berkaitan dengan menteri-menteri dalam Kabinet Pemerintahan Jokowi-Amin mendatang, PDIP akan memberikan keleluasaan. Namun, pihaknya tak menampik jika PDIP akan menempatkan kader-kader terbaiknya dalam jajaran Kabinet nanti.
"Untuk posisi strategis di dalam Kabinet Pak Jokowi, partai punya kepentingan strategis untuk menempatkan kader-kadernya. Tapi berbicara soal menteri itu harus melalui pembahasan mendalam, bukan berbicara orang, desain, kreteria agenda strategisnya," tegasya.

Nantinya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri akan berdialog dengan Jokowi untuk membahas nama-nama yang akan ditempatkan didalam Kabinet. Pihaknya juga menampik jika nama-nama yang dikabinet merupakan titipan ataupun pesanan. Akan tetapi lebih kepada hasil diskusi. "Menyangkut orang, dalam momentum yang tepat nanti, Ibu Megawati akan menyampaikan kepada Bapak Jokowi ini melalui sebuah dialog, tidak menyodorkan kertas berupa nama," tandasnya.  (her)