JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Setelah dilaporkan ke Bawaslu Bali terkait LPPDK, kini Dr. Somvir harus kembali menerima guguatan yang dilayangkan ke Mahkamah Partai (MP) NasDem.

Guru Yoga asal Buleleng tersebut dilaporkan oleh enam pemohon diantaranya I Made Teja, I Nyoman Mudita, Nyoman Tirtawan, I GN Wijaya Kusuma, I Made Arjaya, dan I Made Westra. Tapi dari enam pemohon itu, hanya Nyoman Mudita yang berhalangan hadir.

Sidang yang berlangsung di Kantor DPW NasDem Bali pada Senin (19/08) tersebut dihadiri oleh termohon (Dr. Somvir) dan pemohon. Hanya saja, satu pemohon bernama Nyoman Mudita yang berhalangan hadir. Namun dia tetap mengajukan surat pemberitahuan ketidakhadiran.

Bertindak sebagai Ketua Majelis Hakim adalah Gantyo Koespradono yang juga anggota Dewan Kehormatan Partai Nasdem didapingi dua anggota dari DPW Nasdem yaitu Wayan Karta dan Agung Astawa.

Sidang perdana tersebut mengagendakan penyampaian pokok-pokok permohonan yang diajukan pemohon. Sementara termohon menyampaikan jawaban.

"Intinya, dalam proses persidangan tadi, para pemohon diberi kesempatan menyampaikan pokok-pokok permohonannya. Begitu juga sebaliknya, diberikan kesempatan untuk termohon menyampaikan (jawaban) terhadap permohonan yang diajukan pemohon," terang Wayan Karta.

Setelah disidangkan, Majelis hakim akhirya mengambil kesimpulan agar permohonan yang diajukan oleh pemohon diperbaiki. Hal ini dilakukan untuk mempermudah dalam pengambilan keputusan oleh Majelis Hakim mendatang. Dijadwalkan sidang akan dilanjutkan pada tanggal 28 Agustus mendatang.

"Enam caleg mengajukan. Bagaimana hakim akan mengambil keputusan seadil-adilnya, seandainya satu di antara enam pemohon itu menang nantinya. Siapa yang terpilih nantinya. Seandainya ya," tegas Karta.

Secara umum, lanjutnya, permohonan dari pemohon meliputi dugaan pelanggaran selama Pileg 2019 lalu. "Menyangkut money politic. Mengajak anak dalam kampanye. Pelanggaran pemilu. Inti petitumnya seperti itu," akunya. (her)