JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK
Typography

Beberapa jam menjelang deklarasi pasangan Rai Mantra – Sudikerta, Selasa (9/1/2018), pasangan cagub-cawagub Bali yang diusung Koalisi Rakyat Bali, menemui Gubernur Bali Made Mangku Pastika di kantor Gubernur Renon Denpasar.

DENPASAR-fajarbali.com | Semula dijadwalkan pertemuan tersebut dihadiri lengkap pasangan Mantra-Kerta, namun Cagub Rai Mantra akhirnya batal hadir karena ada halangan yang tidak bisa dihindari. Al hasil, hanya Cawagub Ketut Sudikerta yang hadir menemui Gubernur Mangku Pastika.

Rombongan Pasangan Mantra-Kerta dipimpin politisi senior partai Demokrat, Alit Putra yang mendampingi cawagub Ketut Sudikerta. Hadir juga beberapa pimpinan partai pengusung pasangan Mantra-Kerta, antara lain, Ketua DPD Partai Demokrat Made Mudarta, anggota DPRD Bali Nengah Tamba, serta sejumlah pimpinan partai Golkar, seperti Sugawa Kory, Wayan Gunawan dan Ketut Suandhi.

Menurut pimpinan rombongan, Alit Putra, tidak ada agenda pembicaraan perinsip yang dibicarakan dalam pertemuan yang berlangsung hampir satu jam tersebut. Pihaknya hanya ingin bersambung rasa dengan Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang diakui sebagai salah seorang tokoh politik panutan di Bali saat ini. Intinya, melalui Gubernur, Koalisi Rakyat Bali (KRB) yang mengusung pasangan Mantra-Kerta pada pemilihan gubernur Bali 27 Juni mendatang, ingin tercipta kondisi politik Bali yang kondusif.

Sementara itu, Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang tampak antusias menyambut rombongan pasangan Mantra-Kerta tersebut, mengapresiasi niat baik pimpinan KRB. Menurut Gubernur, pemilihan gubernur Bali yang dilaksanakan akhir Juni mendatang, adalah hajatan politik paling besar sepanjang tahun 2018. Karena itu, kata gubernur, seluruh masyarakat Bali, selain harus bersama menjaga marwah pesta demokrasi dengan terlibat aktif memberikan suara, juga harus secara bersama menjaga Bali agar tetap kondusif.

“Ini tanggungjawab bersama seluruh elemen masyarakat Bali, mulai dari Partai Politik, pemerintah selaku fasilitator maupun masyarakat umum yang mungkin belum menjadi anggota salah satu partai politik. Tahun 2018 memang tahun penting dimana masyarakat akan memilih pemimpinnya. Saya pesankan kepada partai-partai politik agar sama-sama menjaga nama Bali. Jangan korbankan Bali hanya untuk kepentingan politik semata,’ ujar Pastika.

Pada kesempatan tersebut, gubernur menegaskan dirinya mendukung semua pasangan yang maju ke kancah Pilgub 2018. ‘Ya, sudah jelas bahwa calon-calon yang sekarang muncul adalah putra-putri terbaik yang dimiliki Bali saat ini. Mari kita sama-sama mendukung mereka. Biarkan semuanya berproses secara alamiah demokratis, dengan harapan bahwa nanti Bali akan mendapat pemimpin yang benar-benar sesuai dengan harapan,’ ujar Gubernur. (ed)

google-site-verification: google7d59b1e99861fab7.html