JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK
Typography

AMLAPURA - fajarbali.com | Dua tokoh yang saat ini masih berpasangan sebagai bupati dan wakil bupati Karangasem, IGA Mas Sumatri dan I Wayan Artha Dipa sama-sama mengambil formulir pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati yang di Partai Golkar Karangasem,pada Selasa (18/12/2019). Formulir bakal calon Wayan Artha Dipa diambil oleh putri pertamanya, Ni Putu Putri Adnyani. Beberapa menit kemudian, datang I Gusti Gede Subagiartha yang merupakan anak dari bupati Karangasem IGA Mas Sumatri yang juga mengambil formulir. 

 

 

Kehadiran putra dan putri, bupati dan wakil bupati semakin menyiratkan hubungan politik keduanya diprediksi bakal berpisah. Apalagi, Wayan Artha Dipa mengambil formulir sebagai bakal calon kepala daerah (Bupati). Hanya saja, terkait hal itu Putri dari Wayan Artha Dipa, Ni Putu Putri Adnyani memilih diam. "Saya hanya diminta mengambilkan formulir saja," ujarnya. 

 

Hal serupa juga dikatakan I Wayan Sumerta, adik kandung dari Wayan Artha Dipa. Menurutnya, pihaknya dikuasakan untuk mengambilkan formulir pendafataran di Golkar. Apalagi, katanya, Wayan Artha Dipa sendiri telah ber-KTA Golkar. Terkait kapan pengembalianya, pihaknya pun masih menunggu hari baik. "Kita diminta mengambilkan formulir bakal calon kepala daerah dari Golkar," ujarnya.

 

Sementara, IGA Mas Sumatri yang mengutus sekretaris DPD NasDem Karangasem I Made Juwita dan anaknya sendiri Gusti Gede Subagiartha untuk mengambilkan formulir ke Golkar. Made Juwita mengatakan, kehadiranya karena Golkar mulai membuka pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati. Ia sendiri ditugaskan oleh ketua DPD IGA mas Sumatri untuk mengambil formulir pendafataran ke sekretariat Golkar. "Ibu ketua ingin ikut mendaftar sebagai bakal calon bupati melalui partai Golkar," ujar Juwita. 

 

Juwita juga mengatakan, sesuai amanat DPP NasDem, merupakan partai yang terbuka, sehingga harus koordinasi dengan parpol di Karangasem untuk bisa membangun Karangasem bersama-sama. "Sebelumnya kita sudah pernah bersilahturahmi dengan DPD I Golkar. Kita juga sudah pernah menyerahkan biodata untuk ikut bakal calon bupati di Golkar. Untuk pengembalianya menunggu hari baik, dan kita koordinasikan dengan ketua," ujarnya. 

 

Sedangkan, wakil sekretaris tim pilkada provinsi, Muammar Khadafi,didampingi Plt Ketua DPD II Golkar, Gusti Ngurah Setiawan, dan ketua tim Pilkada Karangasem Wayan Sekep Ariana, mengatakan, ada beberapa yang mesti dipatuhi jika nantinya direkomendasikan oleh partai Golkar, yakni kesanggupan membayar uang saksi dan kampanye yang tidak mungkin ditanggung Golkar. Dua hal itulah, kata Khadafi yang harus disanggupi calon. "Itu yang mereka harus dipenuhi, tidak mungkin ditanggung oleh Golkar," ujarnya. 

 

Ketua tim Pilkada Karangasem, Wayan Sekep Ariana, menyebutkan, ada perubahan dalam pengambilan formulir. Rencananya, pengambilan formulir digelar dari 18 Desember sampai 7 Januari, hanya saja diubah dari 18 Desember sampai 27 Desember. "Begitu juga pengembalianya dari 28 Desember sampai 7 Januari 2020," ujar Sekep Ariana.(bud).