JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK
Typography

DENPASAR - fajarbali.com | PDIP Bali memberikan perhatian lebih kepada generasi muda saat ini, atau yang akrab dengan istilah millenial. Salah satunya tentang masalah penyalahgunaan narkoba dan bahaya HIV/AIDS.

 

Bagi PDIP Bali, generasi muda adalah calon pemimpin masa depan. Apabila harapan bangsa tersebut terpapar dua masalah tersebut, tentunya tidak bisa diharapkan lagi. Itulah yang disampaikan oleh Istri Ketua DPD I PDIP Bali Ni Putu Putri Suastini Koster saat menjadi Pembicara pada acara Sosialisasi Penyalahgunaan Narkoba dan Bahaya HIV/AIDS dalam rangka HUT PDIP yang ke-47 di Aula Lantai II Sekretariat DPD PDIP Bali, Sabtu (07/03).

"Saya selalu bilang ini seperti penjajahan dalam bentuk lain. Karena kalau misalnya anak-anak Bali itu sebagian besar terpapar, apa yang bisa kita harapkan dari pemimpin masa depan kita yang sudah sarafnya rusak, sudah sakit (terkena narkoba dan HIV/AIDS, red)," tegasnya. 

Menurutnya, generasi muda atau calon pemimpin masa depan harus sehat baik jasmani maupun rohani, cerdas, loyal, dan berdedikasi tinggi. Untuk itu, untuk memulainya, peran keluarga sangat dibutuhkan dalam berkomunikasi dan berinteraksi. Sehingga, apa yang menjadi permasalahan bisa disampaikan tanpa ada rasa takut. "Semakin cepat kita tahu, mendeteksinya, semakin bisa kita menjaganya," tandasnya. 

Ia menyadari ‘darah muda' saat ini merupakan generasi yang cerdas, tetapi tidak mau digurui. Bahkan, pada dasarnya sudah paham dengan bahaya narkoba dan HIV/AIDS. Meski begitu, orang tua harus tetap mengawasi dan pendampingan kepada anak-anak. "Ini seperti bara dalam sekam. Nanti kalau tertiup angin, muncul api, baru kita hangus semua. Jangan sampai seperti itu. Kalau bisa kita padamkan," ujarnya. 

Bunda Putri berharap, acara sosialisasi yang digelar PDIP Bali ini mampu memberikan pengetahuan lebih luas kepada para pelajar, mahasiswa, komunitas dan organisasi anak muda, serta sekaa teruna. Dirinya juga sangat berterima kasih dan mengapresiasi antusiasme para peserta yang hadir. "Tentunya acara ini bertujuan untuk mengingatkan anak-anak kita, menekan korban-korban berjatuhan dari penyalahgunaan narkoba dan penularan HIV/AIDS," tutup dia. 

Terakhir, dirinya juga menyempatkan membuat puisi yang dibacakan oleh perwakilan peserta.

Sementara itu,  Koordinator Kegiatan Sosialisasi Bahaya Penyalahgunaan Narkoba dan Bahaya HIV/AIDS HUT ke-47 PDI-P di Provinsi Bali, IGA Diah Werdhi Srikandi Wedasteraputri Suyasa PDIP Bali menilai, saat ini Bali masuk dalam kategori darurat narkoba. Sehingga pihaknya perlu memberikan pengetahuan dan upaya pencegahan kepada masyarakat, khususnya kaum millenial. 

"Ini yang edisi pertama kali kita lakukan. Nantinya akan berkesinambungan. Jadi bukan seperti seminar, setelah selesai ya sudah tidak ada lanjutannya. Berdasarkan data yang ada, Bali sudah sangat darurat bahaya HIV/AIDS dan narkoba," ujarnya. 

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali, ditemukan sebanyak 22.034 kasus HIV di Bali. Kasus itu terjadi rentan waktu dari tahun 1987 hingga 2019. Diketahui, usia produktif (antara 20-29 tahun) menjadi kasus terbanyak, yakni (37,9 persen).  Sedangkan untuk daerah terbanyak berdasarkan asal adalah Kota Denpasar sebesar 37,6 persen. Disusul Badung sebanyak 16,8 persen, dan Buleleng sebesar 14,3 persen. "Tidak ada kabupaten/kota yang steril dan terbebas dari kasus HIV/AIDS ini," tegas anggota Komisi III DPRD Bali ini. 

Sementara untuk penyalahgunaan narkoba, Bali menduduki posisi ke 23 di Indonesia pada tahun 2017. Sedangkan pada tahun 2016 berada diurutan 11 dalam tingkat kerawanan penyalahgunaan narkoba secara nasional. Data dari BNN, pada tahun 2017 ada 789 orang yang direhabilitasi karena narkoba. Diantara para pecandu tersebut, ada mahasiswa sebanyak 28 orang (3,5 persen) dan 9 orang pelajar (1,1 persen). 

"Karena itu, PDI-P menganggap sangat penting dan strategis untuk masa depan sehingga mengadakan sosialisasi tentang bahaya HIV/AIDS dan bahaya penyalahgunaan narkoba ini serentak di seluruh Bali,"  jelas Srikandi PDIP asal Jembrana ini. 

Terkait acara sosialisasi penyalahgunaan narkoba dan bahaya HIV/AIDS PDIP Bali, setidaknya melibatkan 6830 peserta se-Bali. Nantinya sebanyak 630 orang akan mengikuti sosialisasi di Aula Kantor DPD PDI-P Bali. PDIP Bali juga menghadirkan tokoh-tokoh penting sebagai pembicara, diantaranya Kepala BNNP Bali I Putu Gede Suastawa, Kepala Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Bali A.A. Ngurah Patria Nugraha dan istri Ketua DPD PDI-P Bali, Ni Putu Putri Suastini. Juga ada testimoni dari mantan pengguna narkoba dan ODHA. 

Sasaran utama PDIP Bali dalam melakukan sosialisasi yakni generasi muda atau kaum millenial. Seperti siswa SMA/SMK, mahasiswa, komunitas atau club anak muda dan sekaa teruna. 

Terakhir, diselipkan aksi yang sedang ngetrend saat ini yaitu Tiktok bertemakan "stop narkoba dan stop HIV/AIDS" diikuti seluruh peserta agar pesan terkait bahaya narkoba dan HIV/AIDS.

"(Ini) untuk membangun kesadaran bersama bagi langkah-langkah antisipatif, promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif yang harus disegerakan. Jangan hanya kasus corona saja yang mengundang histeria massa dan mengharu biru perasaan kita, tetapi bahaya Narkoba dan HIV AIDS adalah bahaya laten," pungkasnya. (her).