JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK
Typography

DENPASAR - fajarbali.com | Bali akan merupakan salah satu daerah yang akan memberlakukan New Normal. Hal ini mengaku tren penurunan angka positiv Corona. Sedangkan kawasan wisata ITDC Nusa Dua akan menjadi tempat ujicoba. Dua hotel berbintang yakni Westin dan Ayana akan menjadi tempat menginap wisatawan yang datang ke Bali. Jumlahnya lumayan besar mencapai 6000 orang wisatawan dan itu artinya Juli sudah efektif  hotel akan menerima tamu yang berwisata ke Bali. 

 

 

Menyikapi hal itu, DPRD Bali meminta agar protokol kesehatan tetap diperhatikan. Apalagi sejak Bulan Februari 2020 lalu, banyak hotel yang tutup dan merumahkan karyawannya dengan kompensasi pembayaran gaji pokok setiap bulannya. Namun, apabila hotel ditutup secara berkepanjangan, tentunya akan terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Ditambah lagi, banyak pengusaha yang tidak mampu memenuhi kewajibannya untuk membayar cicilan di bank. 

 

Anggota DPRD Bali Anak Agung Ngurah Adhi Ardhana menyatakan, jika pada Bulan Juli sudah mulai dibuka dan boleh menerima tamu, maka awal Juni nanti Bali masih sedang mempersiapkan protokol standar operasional prosedur (SOP) dan Peraturan  Gubernur (Pergub) terkait tatanan baru dalam berkehidupan termasuk pariwisata. "Kalau Juli sudah mulai buka dan saya  pahami karena memang secara skema perencanaan akan kembali memutar ekonomi," katanya, Selasa (27/05/2020).

 

Dari pemetaan, lanjut Anggota Komisi II DPRD Bali ini, disadari bahwa hotel bintang lima yang memang siap. Hal ini didasarkan pada kelengkapan fasilitas dan modal. Tentunya pengusaha hotelnya pemodal-pemodal yang kuat dan tangguh menghadapi situasi ekonomi seperti ditengah situasi pandemi Covid-19. 

 

Hotel-hotel tersebut ada di kawasan BTDC Nusa Dua dan memang wajar untuk dijadikan percobaan menerima kedatangan kunjungan wisata ke Bali. Namun demikian, kalau memang benar angka kedatangan bisa mencapai 6000 wisatawan dalam tahap uji coba ini, ada hal-hal penting tetap diperhatikan baik pada saat kedatangan di bandara Ngurah Rai dan pada kedatangan di hotel tempat menginap. Protokol kesehatan harus benar-benar diterapkan dan tetap menjaga jarak alias sosial distancing.

 

"Saya mendukung upaya kembali beroperasi namun harus diingat, ibarat kendaraan pemerintah harus memiliki rem dan gas, kapan harus tancap dan juga harus siap rem melihat situasi terutama social distancing dan fasilitas kesehatan dan kebersihan,” tutupnya. (her).