UEFA Tolak Rencana Penjualan Saham Kompetisi FIFA kepada Investor Swasta

Smallest Font
Largest Font

FajarBali.co.id UEFA menolak rencana FIFA menjual saham minoritas di anak perusahaan FIFA yang mengelola hak komersial kompetisi sepak bola, termasuk Piala Dunia, dan mengancam akan memboikot jika rencana itu disahkan, dilansir dari Bola. Rencana FIFA tersebut melibatkan penjualan saham minoritas di FIFA Forward Enterprise (FFE) yang ditaksir bernilai 15 miliar paun dengan target pendanaan sekitar 3,1 miliar paun. Pihak FIFA menawarkan insentif pencairan dana 30 juta paun bagi pihak yang menerima proposal sebelum 19 September 2026.

UEFA menggelar rapat darurat Kamis lalu dengan seluruh 55 asosiasi anggotanya dan sepakat menolak rencana FIFA tersebut secara bulat.

Selain dari UEFA, penolakan juga datang dari dalam tubuh FIFA sendiri, dengan pengunduran diri penasihat senior Gianni Infantino, Carlos Cordeiro, dan ancaman pengunduran diri Chief Operating Officer FIFA, Kevin Lamour. Pada Sabtu (1/8/2026), FIFA mengumumkan pembatalan rencana penjualan saham tersebut melalui pernyataan resmi atas nama Presiden FIFA Gianni Infantino.

UEFA menyambut baik keputusan itu dan menegaskan proposal tersebut telah ditolak oleh seluruh asosiasi nasional anggotanya serta banyak federasi dan konfederasi sepak bola dunia yang menjaga kepentingan olahraga. "Kami telah menunjukkan kepada Presiden FIFA bahwa sepak bola bukan untuk diperjualbelikan," ujar UEFA dalam pernyataannya.

UEFA juga mengkritik proses pengambilan keputusan yang dianggap tertutup dan dipercepat serta menuntut pertanggungjawaban pihak yang bertanggung jawab. Mereka berencana bekerja sama dengan asosiasi dan konfederasi lain untuk mengevaluasi situasi dan mencegah kejadian serupa di masa depan. UEFA menegaskan kepemimpinan FIFA saat ini kehilangan kepercayaan dari UEFA dan banyak anggota keluarga sepak bola lainnya.

Selain itu, UEFA pernah menerima kritik terkait penanganan kasus European Super League pada 2021, di mana proses disipliner terhadap klub-klub pendiri dihentikan setelah keputusan pengadilan Madrid.

Editors Team
Daisy Floren