AFA Dukung Gianni Infantino di Tengah Kontroversi FIFA Forward Enterprise
FajarBali.co.id Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) menyatakan dukungan penuh kepada Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang menghadapi tekanan akibat gagalnya rencana FIFA Forward Enterprise (FFE), dilansir dari Bola. Infantino berusaha mengamankan masa jabatan keempatnya sebagai Presiden FIFA, namun kepercayaan mulai hilang dari sebagian anggota FIFA setelah kontroversi terkait penjualan kepemilikan perusahaan pengelola Piala Dunia. Meski proposal FFE dibatalkan, 55 asosiasi anggota UEFA menginginkan perubahan kepemimpinan di FIFA dan sempat mengancam memboikot kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia mendatang.
UEFA menegaskan syarat mereka untuk kembali berpartisipasi belum terpenuhi, yakni penarikan proposal penjualan kompetisi dan jaminan agar langkah serupa tidak terjadi lagi.
UEFA juga menyatakan masih kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan Infantino, dan menyebut dukungan dari pihak lain tidak mengubah sikap tersebut. Di tengah tekanan, Infantino mendapat dukungan dari beberapa negara dan organisasi sepak bola, termasuk Komite Eksekutif Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) yang mendukung secara bulat.
Meksiko, salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026, juga memberikan dukungan meski konfederasi regionalnya, Concacaf, menyerukan evaluasi kepemimpinan Infantino. AFA kini mengeluarkan surat terbuka yang ditandatangani Presiden AFA, Claudio Tapia, yang mengapresiasi kepemimpinan Infantino selama 10 tahun terakhir.
AFA menyatakan kepemimpinan Infantino berfokus pada pengembangan sepak bola global dan penguatan organisasi dengan tata kelola yang jelas, stabil, dan transparan. Dalam surat tersebut, AFA mengakui keputusan FIFA menarik proposal FFE yang menimbulkan ketidakpastian dan memuji permintaan maaf yang disampaikan kepada 211 anggota FIFA. AFA juga menyebut Infantino membawa perubahan besar di FIFA dengan membuka ruang dialog untuk semua asosiasi dan konfederasi, berdasarkan tata kelola transparan dan prosedur demokratis.
Menjelang Kongres FIFA berikutnya, AFA yakin Infantino harus tetap memimpin FIFA agar pengembangan sepak bola terus berlanjut dengan inklusivitas yang lebih baik.
Sementara itu, penyelidikan FIFA terhadap pemain dan staf pelatih Timnas Argentina berlanjut terkait insiden setelah final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol pada 19 Juli. FIFA belum mengumumkan apakah Argentina melanggar kode disiplin dalam insiden yang terjadi di New York New Jersey Stadium saat Spanyol memenangkan gelar juara dunia kedua melalui gol tunggal Ferran Torres.