UEFA Tegaskan Ancaman Boikot Kompetisi FIFA Termasuk Piala Dunia
FajarBali.co.id Perseteruan antara UEFA dan FIFA berlanjut setelah UEFA menegaskan ancaman boikot terhadap semua kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia, jika tuntutan mereka tidak dipenuhi, sebagaimana dilansir dari Bola. FIFA sebelumnya mengakui kesalahan terkait rencana penjualan saham kompetisi utama Piala Dunia dalam pertemuan di Rabat, Maroko, pada 5 Agustus 2026. Presiden FIFA Gianni Infantino juga telah menyampaikan permintaan maaf atas rencana kontroversial tersebut. Namun, UEFA menegaskan sikapnya melalui pernyataan resmi pada 6 Agustus 2026 bahwa seluruh asosiasi anggotanya tetap pada keputusan memboikot kompetisi FIFA jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.
"Seluruh asosiasi anggota UEFA telah menyampaikan dengan sangat jelas syarat-syarat yang harus dipenuhi sebelum mereka bersedia kembali mengikuti kompetisi FIFA," ujar UEFA.
UEFA menetapkan dua tuntutan utama yang harus dipenuhi FIFA. Pertama, FIFA harus menarik sepenuhnya rencana penjualan kepemilikan kompetisi-kompetisi utamanya.
Kedua, FIFA wajib memberikan jaminan bahwa upaya serupa yang dianggap dapat merusak esensi sepak bola tidak akan pernah dilakukan lagi di masa mendatang.
"Persyaratan tersebut belum dipenuhi," tegas UEFA.
Selain itu, UEFA juga menyatakan masih kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan Presiden FIFA Gianni Infantino.
"Pengumuman kemarin yang menyatakan beberapa orang yang bekerja untuk Presiden FIFA, dan karier mereka bergantung pada dukungannya, masih mendukungnya, sama sekali tidak mengubah situasi," lanjut UEFA.
Dengan sikap ini, ancaman boikot terhadap berbagai turnamen FIFA, termasuk Piala Dunia, tetap terbuka jika FIFA gagal memenuhi tuntutan UEFA.
Perselisihan antara dua organisasi sepak bola terbesar dunia ini berpotensi menjadi isu besar dalam tata kelola sepak bola internasional.