Alexandra Eala Kalahkan Iga Swiatek di Wimbledon 2026
FajarBali.co.id Alexandra Eala mencetak sejarah pada Sabtu, 5 Juli 2026, dengan mengalahkan juara bertahan Iga Swiatek di Centre Court Wimbledon. Kemenangan tersebut menjadikan Eala petenis Filipina pertama yang melaju ke empat besar di Grand Slam era Open, seperti dilansir dari Bola.
Pada pertandingan tersebut, Eala menang 7-6 (11-9), 6-2 atas Swiatek yang sebelumnya adalah petenis nomor satu dunia dan juara tiga kali French Open. Kemenangan ini menjadi momentum penting bagi karier Eala yang kini berusia 21 tahun.
Alexandra Eala menyatakan bahwa kemenangan ini sangat berarti baginya karena mengingat masa kecilnya yang sederhana saat berlatih tenis. "Saya dulu berlatih tenis setiap hari sepulang sekolah dengan kaus kaki yang berantakan, sepatu yang menyala, dan pipi yang masih chubby," ujar Eala.
"Luar biasa rasanya melihat begitu banyak orang Filipina mendukung saya. Rasanya kami semua berjuang bersama," tambahnya. Ia juga mendedikasikan kemenangan ini untuk keluarga dan anak perempuan yang mengalami kondisi serupa saat kecil.
Eala mulai dikenal dunia sejak 2022 setelah menjadi petenis junior Filipina pertama yang menjuarai Grand Slam lewat US Open Junior. Kariernya semakin menanjak setelah tampil gemilang di Miami Open 2025, termasuk kemenangan atas Swiatek saat itu.
Sejak saat itu, Eala menembus peringkat 30 besar dunia, memenangkan dua gelar turnamen WTA 125, serta menjadi runner-up Eastbourne pada tahun lalu. Tahun ini, sebelum Wimbledon, ia juga sukses mengalahkan petenis peringkat dua dunia Elena Rybakina dan unggulan kedelapan Elina Svitolina di Berlin.
Kemenangan Eala di Wimbledon disambut antusias oleh masyarakat Filipina yang menggelar acara nonton bareng setiap kali ia bertanding. Mantan petenis Filipina, Dyan Castillejo, mengatakan kemenangan ini menjadi perbincangan nasional dan membangkitkan kebanggaan rakyat Filipina.
"Pertandingan dimulai pukul 20.30 waktu setempat. Seluruh media sosial dipenuhi unggahan tentang kebanggaan menjadi orang Filipina," ujar Castillejo. "Saya menerima ratusan bahkan ribuan pesan.
Semua orang ingin menjadi bagian dari momen ini. Seluruh rakyat Filipina merasa ikut menjadi bagian dari kemenangan Alexandra."
Eala membawa unsur budaya Filipina dalam pertandingannya dengan mengenakan visor bertuliskan kalimat dalam bahasa Tagalog, "kapag lumago, hindi na hihinto" yang berarti "sekali tumbuh, tak akan bisa dihentikan."