Sepak Bola Berasal dari Tiongkok Kuno dengan Sejarah Panjang Global
FajarBali.co.id Sepak bola berasal dari Tiongkok kuno dengan permainan yang dikenal sebagai Cuju pada masa Dinasti Han sekitar abad ke-2 dan ke-3 SM, menurut catatan sejarah yang dipublikasikan pada 2 Agustus 2026. Permainan ini menggunakan bola kulit yang diisi bulu atau rambut hewan, dengan tujuan memasukkan bola ke jaring kecil yang dipasang di atas bambu tinggi.
Menurut laporan buku.kompas.com, Cuju adalah bentuk sepak bola paling awal yang dikenal dunia. Selain itu, di wilayah Yunani dan Romawi kuno juga dikenal permainan bola serupa bernama Episkyros dan Harpastum. Harpastum, khususnya, dikenal memiliki unsur kontak fisik keras yang menyerupai perpaduan antara sepak bola, rugbi, dan gulat.
Sepak bola modern sendiri mulai terbentuk di Inggris pada abad ke-19. The Football Association (FA) didirikan pada 1863 untuk menyatukan berbagai aturan sepak bola yang sebelumnya berbeda di sekolah dan universitas. Aturan modern pertama kali dirumuskan di University of Cambridge pada 1843, yang antara lain melarang penggunaan tangan kecuali oleh penjaga gawang.
Menurut catatan sejarah olahraganesia.id, FIFA sebagai badan sepak bola internasional didirikan pada 1904 oleh negara-negara Eropa seperti Belgia, Denmark, Perancis, Belanda, Spanyol, Swedia, dan Swiss. FIFA bertugas mengatur dan mengembangkan sepak bola secara global.
Awal Mula di Tiongkok Kuno
Dalam sejarah awalnya, Cuju dimainkan dengan bola dari kulit hewan yang diisi bulu dan rambut. Tujuannya adalah memasukkan bola ke dalam jaring kecil yang dipasang pada bambu tinggi, berbeda dengan sepak bola modern yang menggunakan gawang berukuran besar di lapangan datar.
Pengaruh Romawi dan Yunani
Selain Cuju, permainan bola di Yunani kuno dan Romawi juga berkontribusi terhadap sejarah sepak bola. Episkyros di Yunani dimainkan dalam lapangan persegi panjang dengan garis dan batas, sementara Harpastum di Romawi lebih agresif dan kontak fisik menjadi bagian utama permainan tersebut.
Sepak Bola Modern dan Penyebarannya
Sepak bola mulai dikenal luas di Inggris pada abad ke-19, didukung oleh Revolusi Industri dan penyebarannya melalui pelaut, pedagang, dan tentara Inggris ke berbagai penjuru dunia. Klub sepak bola tertua, Sheffield F.C., berdiri pada 1857 dan menjadi cikal bakal klub-klub modern saat ini.
Di Indonesia, sepak bola modern dikenalkan oleh Belanda dan organisasi pertama yang tercatat adalah Nederland Indische Voetbal Bond (NIVB). Sepak bola juga menjadi bagian dari Olimpiade sejak 1900, menandai pengakuan internasional terhadap olahraga ini.
Pengaruh dan Pentingnya FIFA
FIFA didirikan pada 1904 sebagai wadah pengatur sepak bola internasional. Organisasi ini mengatur aturan permainan, penyelenggaraan kompetisi internasional, dan pengembangan olahraga sepak bola secara global. Menurut laporan dari detik.com, peran FIFA sangat penting dalam menyatukan standar permainan yang berlaku di seluruh dunia.
"FIFA memainkan peran kunci dalam mempopulerkan sepak bola di berbagai negara dan menjaga integritas olahraga ini," ujar pakar sejarah olahraga dari Universitas Indonesia, Dr. Hendra Santoso.
Permainan sepak bola yang awalnya berupa Cuju di Tiongkok kuno telah berkembang menjadi olahraga paling populer di dunia dengan jutaan penggemar. Asal usulnya yang panjang dan beragam menunjukkan sepak bola bukan hanya produk satu budaya, melainkan hasil perkembangan lintas peradaban selama ribuan tahun.
| Periode | Nama Permainan | Lokasi | Ciri Khas |
|---|---|---|---|
| Abad ke-2 SM | Cuju | Tiongkok | Bola kulit, jaring di atas bambu |
| Abad Kuno | Episkyros | Yunani | Lapangan persegi panjang, garis batas |
| Abad Kuno | Harpastum | Romawi | Kontak fisik keras, perpaduan sepak bola dan rugbi |
| 1843 | Aturan Modern | Inggris | Dilarang tangan kecuali penjaga gawang |
| 1863 | The Football Association | Inggris | Standarisasi aturan sepak bola |
| 1904 | FIFA | Internasional | Pengatur sepak bola dunia |