Andrea Pirlo Terancam Gagal Latih Timnas Italia Karena Kontroversi

Smallest Font
Largest Font

FajarBali.co.id Andrea Pirlo menghadapi risiko besar untuk melatih timnas Italia setelah keterlibatannya sebagai duta merek taruhan asal Rusia memicu evaluasi ketat oleh Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), dilansir dari Bola. Peran Pirlo sebagai duta merek tersebut dimulai pada Oktober tahun lalu saat ia melatih United FC di Liga Pro Uni Emirat Arab. Sorotan tajam muncul setelah kehadirannya bersama Marco Materazzi di acara promosi di Stadion Luzhniki, Moskow, pada Mei 2026, bersamaan dengan serangan udara Rusia ke Ukraina. Di Italia, iklan perjudian sangat dilarang sehingga keterlibatan Pirlo dipandang bertentangan dengan regulasi yang ada, mengancam peluangnya untuk menangani Gli Azzurri.

Sebelum kontroversi ini, Pirlo disebut sebagai kandidat utama setelah Carlo Ancelotti dan Pep Guardiola menolak posisi pelatih timnas Italia. Namun, dukungan tersebut memicu gesekan signifikan di kalangan politisi, dan FIGC kini tengah menimbang langkah selanjutnya.

Pina Picierno, Wakil Presiden Parlemen Eropa, menyatakan bahwa sepak bola Italia membutuhkan "revolusi budaya, etika, dan manajerial" dan menilai pilihan Pirlo justru "bergerak ke arah yang berlawanan". Organisasi perlindungan konsumen Codacons bahkan berencana mengajukan keluhan resmi ke Otoritas Regulasi Komunikasi dan mengajukan banding ke Pengadilan Administratif Regional Lazio agar penunjukan Pirlo diblokir jika resmi dilakukan.

Codacons menegaskan bahwa Pirlo "sama sekali tidak kompatibel" dengan posisi manajemen sepak bola Italia dan dapat dikenai denda hingga 20% dari nilai sponsor jika keluhan diterima. Ignazio La Russa, Ketua Senat Italia, menyuarakan keraguannya dan menyebut penunjukan Pirlo sebagai pelatih adalah "langkah yang penuh risiko" sambil menyatakan rasa hormat kepada tokoh sepak bola Italia lainnya.

Andrea Pirlo merilis pernyataan pada 26 Juli 2026 yang menyatakan kesedihannya atas kontroversi yang mengiringi namanya dan peluang melatih timnas Italia. "Sepanjang karier saya, baik sebagai pemain maupun pelatih, saya selalu menghormati hukum dan kontrak yang berlaku," ujar Pirlo. Ia menjelaskan kolaborasinya dengan merek tersebut bersifat "eksklusif komersial dan olahraga" dan menolak adanya makna politik dalam kerja sama tersebut.

Pirlo juga mengucapkan terima kasih kepada Paolo Maldini dan Leonardo atas kepercayaan yang diberikan dan menyesalkan bahwa pilihan olahraga sering terseret ke konfrontasi publik yang tidak sesuai niatnya.

"Cinta untuk Italia tidak bergantung pada jabatan. Itu adalah bagian dari sejarah saya, identitas saya, dan akan terus menemani saya, selalu," tutup Pirlo. Paolo Maldini, direktur teknis FIGC, memberikan dukungan kepada Pirlo, meski kontroversi ini telah menimbulkan dampak politik yang kuat. Sergey Lomakin, pemilik United FC, membantah adanya hubungan finansial antara klubnya dengan merek taruhan tersebut dan menegaskan bahwa United FC Dubai tidak terkait dengan Fonbet.

Pirlo kini resmi menjabat pelatih kepala United FC di Dubai, yang berlaga di divisi pertama UAE, namun peluangnya untuk memimpin timnas Italia diperkirakan semakin kecil akibat kontroversi yang belum selesai.

Editors Team
Daisy Floren

Most viewed