Asaba Indonesia Siap Pertahankan Gelar Juara ASEAN Veteran Basketball di Malaysia
FajarBali.co.id Tim basket veteran putra Asaba Indonesia akan kembali bertanding dalam ASEAN Veteran Basketball Tournament ke-35 yang digelar di Kuching, Malaysia, pada 11-15 Agustus 2026, dengan tujuan mempertahankan gelar juara.
Turnamen yang berlangsung sejak 1992 ini diikuti oleh berbagai klub dari negara ASEAN, termasuk tim veteran Asaba yang tahun lalu sukses meraih trofi di kelompok umur 50 dan 60 tahun. Tahun ini, Asaba mengirimkan tiga tim, yakni dua tim kelompok umur 50 dan satu tim kelompok umur 60 tahun ke atas, sementara kategori U-40 dan U-70 tidak diikuti.
Menurut Hengardy Tan, pemain Asaba U-60, ajang ini bukan hanya kompetisi olahraga tapi juga reuni historis bagi mantan pemain yang juga mantan anggota tim nasional masing-masing negara.
"Asaba Indonesia sudah siap bertanding di Kuching, Malaysia nanti. Rencananya kami akan mengirimkan 3 tim, 2 tim untuk kategori umur 50 dan 1 tim untuk U-60 tahun ke atas. Kami hanya absen di tim U-40 dan U-70.
Ini bukan sekedar turnamen, tapi ini ajang yang penuh historis bagi para pemain untuk reuni tidak hanya dengan rekan setim, melainkan juga dengan lawan. Di antara mereka yang bertanding di event ini, juga merupakan mantan pemain timnas negaranya masing-masing," ujar Hengardy Tan, pemain Asaba U-60, dilansir dari Detik Sport.
Hengardy juga menjelaskan pentingnya konsistensi untuk tetap berolahraga secara rutin setelah pensiun dari kompetisi profesional.
"Kalau untuk para pemain seperti kami, event ini positif sekali yah. Karena selain kita sudah berumur, sangat penting juga para mantan pebasket ini untuk konsisten bermain basket meskipun frekuensinya disesuaikan dengan kondisi fisik kita juga. Artinya lepas pensiun, para mantan pebasket seperti kami disarankan untuk rutin berolahraga jadi tidak vakum terlalu lama," tambahnya.
Asaba yang menjadi juara bertahan di kategori 50 dan 60 tahun bertekad mempertahankan gelar meski kemungkinan tanpa salah satu pemain kunci mereka, Abdullah Gobel atau Ducko, yang sedang dalam suasana duka.
"Kami ingin mencoba menjadi juara lagi, baik di tim 50 dan 60. Sayangnya peraih pemain terbaik kami di U-60 tahun lalu Abdullah Gobel masih dalam suasana duka. Namun ia tetap mengirimkan dukungan dan pesannya kepada seluruh tim agar Asaba Indonesia harus bermain sportif dan mengutamakan semangat persaudaraan baik sesama tim dan juga lawan," tutur Hengardy Tan.
Pelatih Asaba Indonesia U-50 Putih, Agustinus Dapas Sigar, yang juga mantan pemain Satria Muda dan Garuda Bandung, menyatakan akan memberikan yang terbaik dan yakin chemistry tim akan solid meskipun frekuensi latihan tidak sering.
"Kalo mantan pemain skill pasti tetap ada, tinggal kondisi persiapan fisiknya saja. Jadi saya tinggal menyatukan kekompakan para pemain di lapangan. Untuk persiapan, karena mereka umumnya juga suka main bersama jadi tinggal mengkombinasikan saja taktik dan bagaimana mereka bermain enjoy di lapangan," ujar Agustinus Dapas Sigar.
Agustinus juga menyebut pesan motivasi dari Abdullah Gobel sebagai dorongan untuk tampil maksimal tanpa cedera, serta berharap penyelenggaraan turnamen berjalan sukses.
"Semoga dukungan dan pesan moril yang telah disampaikan dari Pak Ducko kepada kami semua menjadi motivasi agar kami tampil maksimal di lapangan. Jika kita bisa menjadi juara itu bonus saja, yang terpenting semua peserta tidak ada yang cedera dan tuan rumah juga sukses untuk menjadi penyelenggara yang baik," pungkas Agustinus Dapas Sigar.