Brisbane Roar Alami Kekalahan Telak di Uji Coba Pramusim Indonesia

Smallest Font
Largest Font

FajarBali.co.id Brisbane Roar menutup rangkaian uji coba pramusim di Indonesia dengan dua kekalahan 0-4 dari Dewa United pada 27 Agustus dan Persija Jakarta pada 29 Agustus 2026, di Serang dan Jakarta Utara.

Dalam pertandingan melawan Dewa United di Banten International Stadium, Brisbane Roar kebobolan empat gol dari Rafael Struick, Carlos Lury, Taisei Marukawa, dan Egy Maulana Vikri, sedangkan Persija mencetak empat gol ke gawang Brisbane di Jakarta International Stadium.

Persija membuka skor lewat penalti Alexander Jeremejeff pada menit ke-15, disusul gol Kerim Memija dan tambahan gol Jeremejeff serta gol bunuh diri kiper Brisbane Dean Bouzanis.

Pelatih Brisbane Roar, Michael Valkanis, menilai timnya menguasai babak pertama namun kurang agresif menembus pertahanan lawan.

"Di babak pertama, kami memegang kendali dan tidak memiliki banyak masalah. Saya pikir kami bisa sedikit lebih agresif untuk melakukan penetrasi dan menciptakan lebih banyak peluang daripada hanya terus mengalirkan bola tanpa hasil. Kami seharusnya bisa lebih agresif untuk menembus pertahanan mereka," ujar Valkanis.

Menurut Valkanis, gol penalti menjadi titik balik pertandingan dan peluang yang membentur tiang bisa mengubah hasil pertandingan.

"Kemudian kami kebobolan melalui penalti, yang merupakan momen pertahanan buruk dari kami. Saya rasa jalannya pertandingan akan berbeda jika tendangan bebas kami tidak mengenai tiang gawang. Namun, secara keseluruhan, pengalaman dan kualitas para pemain Persija menjadi pembeda," jelasnya.

Valkanis juga menyoroti kecerdasan Persija dalam menghentikan aliran permainan Brisbane pada babak pertama dan intensitas berbeda pada babak kedua.

"Mereka sangat pintar dalam menghentikan pergerakan kami dengan pelanggaran cerdas untuk menghentikan alur permainan di babak pertama. Di babak kedua, khususnya 15 menit pertama, Persija datang dengan intensitas yang berbeda dan kami tidak mampu mengatasinya saat itu," ungkap Valkanis.

Pelatih tersebut menambahkan faktor minimnya pertandingan dan cuaca yang berbeda mungkin memengaruhi performa timnya, namun menegaskan pemain seharusnya lebih bisa mengontrol permainan.

"Mungkin karena kami belum memainkan banyak pertandingan atau pengaruh cuaca yang tidak biasa bagi kami, tetapi di 15 menit itu kami mengecewakan diri sendiri. Kami seharusnya mengontrol permainan lebih baik dan tidak membiarkan Persija mendapatkan peluang-peluang tersebut," tambahnya.

Meski kalah, Valkanis memuji kontribusi para pemain pengganti yang memberikan energi positif dalam laga kontra Persija.

"Namun, para pemain yang masuk memberikan energi dan terus berusaha bermain dengan cara yang kami inginkan. Itu penting bagi posisi kami saat ini di pramusim," kata Valkanis.

Informasi ini dilansir dari Bola.

Editors Team
Daisy Floren