Carlos Cordeiro Mundur Terkait Rencana Penjualan Saham Piala Dunia FIFA
FajarBali.co.id Carlos Cordeiro, penasihat senior Presiden FIFA, mengundurkan diri karena menolak rencana penjualan 20 persen saham bisnis komersial Piala Dunia kepada investor swasta. Keputusan ini diumumkan Jumat (31/7/2026) di tengah kontroversi yang melanda FIFA.
Cordeiro, yang juga mantan Presiden Federasi Sepak Bola Amerika Serikat, menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam penyusunan proposal tersebut dan menolaknya tanpa syarat.
"Saya ingin menegaskan, saya sama sekali tidak terlibat dalam proposal ini dan saya menolaknya tanpa syarat," ujar Cordeiro.
Ia menilai kesepakatan ini buruk bagi asosiasi anggota FIFA, sepak bola, dan masa depan olahraga dalam jangka panjang.
"Ini adalah kesepakatan yang buruk bagi asosiasi anggota FIFA, buruk bagi sepak bola, dan buruk bagi masa depan olahraga ini dalam jangka panjang," tambahnya.
Pengunduran diri Cordeiro terjadi saat FIFA mendapat tekanan besar, terutama dari beberapa konfederasi sepak bola dunia. UEFA bahkan menyatakan siap memboikot seluruh kompetisi FIFA jika rencana tersebut dilaksanakan.
Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan CONCACAF juga menunjukkan solidaritas terhadap penolakan rencana ini.
Meski mendapat penolakan, FIFA menegaskan bahwa tidak ada pihak yang menjual sepak bola dan proses pembahasan investasi akan terus berjalan.
FIFA berencana menjual 20 persen kepemilikan bisnis komersial Piala Dunia dengan valuasi sekitar 20 miliar dolar AS, menurut berbagai laporan yang dilansir dari Bola.
Gianni Infantino menjelaskan bahwa proposal ini hanya bisa disahkan jika didukung mayoritas sederhana dalam Kongres FIFA, yaitu minimal 106 dari 211 asosiasi anggota FIFA memberikan suara setuju.
Posisi Infantino sebagai Presiden FIFA tetap kuat meski kontroversi terus berkembang. Ia telah memimpin FIFA selama lebih dari satu dekade dan menjadi kandidat terkuat dalam pemilihan presiden FIFA yang akan berlangsung Maret tahun depan.