Chris Paul Diprediksi Masuk Manajemen Los Angeles Lakers Pasca Akuisisi Baru

Smallest Font
Largest Font

FajarBali.co.id Chris Paul dikabarkan akan bergabung dalam jajaran manajemen Los Angeles Lakers setelah kepemilikan tim diambil alih oleh Bob Iger dan Joshua Kushner, menurut laporan Los Angeles Times dan Forbes.

Waralaba Lakers dilepas dengan valuasi 12,5 miliar dolar AS, rekor tertinggi untuk sebuah waralaba olahraga di Amerika Serikat. Transaksi ini terjadi kurang dari setahun setelah Mark Walter membeli Lakers dengan harga 10 miliar dolar dari keluarga Buss.

Kesepakatan kepemilikan baru ini masih menunggu persetujuan Dewan Gubernur NBA. Jeanie Buss akan tetap menjadi gubernur tim setidaknya selama lima tahun ke depan, memastikan kelangsungan keterlibatan keluarga Buss dalam organisasi.

Dari ESPN, Dave McMenamin menyebut beberapa sumber liga menyarankan bahwa Paul yang baru pensiun dapat memiliki peran penting dalam proyek baru Lakers.

"Beberapa sumber di liga menyarankan kepada ESPN bahwa Chris Paul yang baru pensiun dapat memiliki peran," ujar McMenamin.

Ramona Shelburne juga menyoroti nama Paul sebagai sosok yang patut diperhatikan setelah pengambilalihan tim oleh Iger dan Kushner.

Kehadiran Bob Iger dan Joshua Kushner membawa valuasi Lakers menjadi 12,5 miliar dolar, lebih tinggi dibandingkan waralaba olahraga lain di AS. Meski ada perubahan kepemilikan, kesinambungan organisasi tetap dijaga melalui peran Jeanie Buss.

Iger diperkirakan akan lebih aktif dalam pengelolaan tim dibanding Kushner yang berperan di balik layar, mempercepat pengambilan keputusan di front office.

Koneksi pribadi antara Paul dan Iger menjadi faktor penting dalam spekulasi ini. Iger dikenal sebagai pemegang tiket musiman LA Clippers dan memiliki hubungan dekat dengan Paul selama masa bermainnya di waralaba tersebut.

Hubungan mereka semakin erat saat Iger menjadi tuan rumah peluncuran buku memoar Paul, "Sixty-One," pada 2023.

Pada Maret, Paul juga mengunjungi kantor Disney untuk mendukung Iger saat ia menyelesaikan tugasnya setelah 52 tahun bekerja di perusahaan tersebut.

Peran yang dibidik Paul kemungkinan adalah sebagai konsultan atau posisi di front office, menjadi suara terpercaya dalam urusan basket bagi pemilik, eksekutif, pelatih, dan pemain.

"Beberapa sumber di liga menyarankan kepada ESPN bahwa Chris Paul yang baru pensiun dapat memiliki peran," tegas McMenamin.

Paul dikenal sebagai pemain dengan kecerdasan basket tinggi selama 21 musim karier NBA yang berakhir pada Februari lalu. Kemampuannya membaca permainan dan menuntut pertanggungjawaban rekan setim dinilai akan berguna dalam manajemen Lakers.

Lima belas tahun lalu, Paul hampir bergabung dengan Lakers melalui pertukaran dengan New Orleans Pelicans untuk bermain bersama Kobe Bryant, namun transaksi tersebut dibatalkan oleh komisaris NBA saat itu, David Stern.

Bergabungnya Paul ke Lakers setelah pensiun pada 2026 menjadi ironi mengingat kegagalannya bergabung 15 tahun lalu.

Editors Team
Daisy Floren