Cole Palmer Jelaskan Masa Libur Panjang Setelah Gagal ke Piala Dunia 2026
FajarBali.co.id Cole Palmer, gelandang Chelsea, mengaku bingung menghabiskan waktu setelah tidak masuk skuad Timnas Inggris untuk Piala Dunia 2026, sehingga harus menjalani libur musim panas yang lebih panjang.
Pemain berusia 24 tahun itu mendapatkan waktu sekitar tujuh pekan beristirahat akibat cedera dan performa yang tidak konsisten selama musim lalu bersama Chelsea, dilansir dari Bola.
"Itu terasa aneh. Pada minggu pertama, saya bahkan tidak tahu harus pergi ke mana," ujar Palmer.
Palmer sempat berlibur bersama keluarga, namun setelah beberapa minggu mulai merasa bosan dan ingin segera kembali berlatih.
"Saya pergi berlibur dan berpikir, 'Setelah ini saya harus ke mana?' Saya juga terus mengecek kapan harus kembali latihan," ucapnya.
"Sejujurnya, setelah sekitar enam minggu, saya mulai bosan. Saya duduk di Marbella sambil berpikir, 'Saya ingin segera kembali berlatih.' Saya tidak pernah menyangka akan berpikir seperti itu," tambah Palmer.
"Liburan saya menyenangkan. Saya mendapat waktu sekitar tujuh minggu, sesuatu yang belum pernah saya rasakan. Saya berlibur bersama keluarga dan sekarang merasa lebih segar," ujarnya.
Palmer mengakui kegagalannya masuk skuad Piala Dunia 2026 menjadi motivasi untuk bekerja lebih keras, meski tetap mengikuti perjalanan Timnas Inggris selama turnamen.
"Kalau seseorang mengatakan Anda pada dasarnya tidak cukup bagus untuk masuk skuad, tentu Anda akan berpikir untuk bekerja lebih keras lagi," kata Palmer.
Namun, perbedaan waktu membuatnya sulit menyaksikan pertandingan yang berlangsung di Amerika Serikat, bahkan ia tertidur saat babak pertama pertandingan Inggris melawan Meksiko.
"Saya menonton beberapa pertandingan. Karena saya sedang berlibur dan pertandingan berlangsung di Amerika, jadwalnya cukup sulit," ujarnya.
"Saya sempat bertahan untuk menonton Inggris melawan Meksiko, tetapi saya tertidur saat jeda babak pertama," tambah Palmer.
Meski begitu, Palmer mengaku saat ini tidak terlalu memikirkan peluang kembali ke Timnas Inggris dan lebih fokus mempersiapkan musim baru bersama Chelsea.
"Sejujurnya saya tidak terlalu memikirkan hal itu sekarang. Saya hanya menantikan musim baru bersama Chelsea," ujarnya.
Palmer mengungkapkan penurunan performanya musim lalu dipengaruhi oleh cedera pangkal paha yang dialaminya sejak awal musim, cedera paling serius dalam kariernya.
"Saya tidak ingat di mana, antara Swedia atau Denmark. Saya pergi menemui seorang dokter," kata Palmer.
"Kami sempat membahas operasi, tetapi akhirnya tidak jadi dilakukan," tambahnya.
Palmer juga menyatakan awalnya ia memaksakan diri bermain meski cedera, sehingga performanya menurun secara keseluruhan.
"Pada beberapa bulan pertama saat cedera, saya hanya ingin terus bermain, padahal mungkin seharusnya tidak," ujarnya.
"Musim itu berjalan buruk secara pribadi karena cedera dan hal-hal lainnya. Namun, sekarang saya merasa baik. Tujuh minggu libur benar-benar membantu dan saya siap kembali," tambah Palmer.
Palmer menyambut antusias kesempatan bekerja bersama pelatih baru Chelsea, Xabi Alonso.
"Saat saya diberi tahu tidak berangkat ke Piala Dunia, saya rasa dia sudah mengetahuinya, lalu mengirim pesan kepada saya. Saya tidak ingat persis apa isinya," ujarnya.
"Mungkin dia mengatakan agar saya tidak perlu khawatir atau semacamnya. Hal-hal yang biasa, tetapi itu menyenangkan," tambah Palmer.
Palmer juga sudah berdiskusi dengan Alonso mengenai peran yang akan dimainkan di lapangan.
"Kami sudah berbicara. Dia melihat saya bermain sebagai nomor 10, di ruang antarlini dan dekat dengan penyerang. Jadi, nanti kita lihat saja," kata Palmer.
"Sejauh ini semuanya berjalan baik. Dia dan staf pelatih membawa ide-ide baru yang menyegarkan dan saya sangat menikmatinya," tutup Palmer.