FIFA Tegaskan Piala Dunia Tidak Dijual Meski Konsultasi Investor Dilanjutkan
FajarBali.co.id FIFA menegaskan tidak ada rencana menjual Piala Dunia, tetapi tetap melanjutkan konsultasi tentang peluang investasi swasta dalam pengelolaan aspek komersial turnamen tersebut, sebagaimana disampaikan pada Jumat, 31 Juli 2026, dilansir dari Bola.
Proses konsultasi ini sempat terganggu karena laporan media yang dianggap tidak akurat, namun FIFA memastikan setiap asosiasi anggota dapat memberikan suara berdasarkan fakta.
FIFA mengusulkan pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE) untuk mengelola aspek komersial Piala Dunia dan turnamen lain, dengan menawarkan hingga 20 persen kepemilikan kepada investor swasta. Sebanyak 211 asosiasi anggota FIFA dijanjikan dana hingga 40 juta dolar AS jika menyetujui proposal tersebut sebelum tenggat waktu pada 19 September 2026.
"Kami telah mendengar masukan dari konfederasi terkait usulan pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE) dan ingin menanggapi berbagai isu yang muncul sejak pemberitaan awal pada Selasa," tulis FIFA.
"Kami menghormati masukan dan kekhawatiran yang disampaikan secara terbuka serta menegaskan kembali komitmen kami terhadap proses konsultasi yang terbuka dan demokratis," lanjut FIFA.
FIFA juga menegaskan, "Tidak ada yang menjual sepak bola. FIFA tidak akan pernah melakukan hal seperti itu," menjelaskan bahwa FFE bertujuan memberi kesempatan bagi asosiasi anggota untuk mengambil bagian dalam peluang komersial tanpa mengorbankan semangat dan tata kelola sepak bola.
Namun, UEFA secara bulat menolak proposal tersebut dan mengancam akan memboikot seluruh turnamen FIFA jika rencana itu diteruskan.
"Kami secara bulat dan tegas menolak proposal FIFA untuk mengalihkan kepemilikan Piala Dunia dan kompetisi FIFA lainnya kepada investor swasta," kata UEFA, yang menilai Piala Dunia sebagai warisan terbesar dalam dunia sepak bola yang tidak bisa dijadikan produk investasi.
UEFA juga mengkritik proses penyusunan proposal yang dianggap tertutup dan hampir disahkan tanpa konsultasi berarti dengan pihak yang mengelola sepak bola.
Selain itu, UEFA menyebut asosiasi nasional dihadapkan pada pilihan menerima perubahan atau menghadapi konsekuensi, yang dinilai bukan keputusan demokratis melainkan tata kelola melalui tekanan.
Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) menyatakan dukungan terhadap sikap UEFA.
"Kami berdiri bahu membahu bersama rekan-rekan kami di Eropa dan sepenuhnya mendukung pandangan bersama ini. Kami menentang rencana FIFA. Piala Dunia FIFA adalah milik sepak bola dan akan selalu demikian," ujar FA Inggris.