Dewan Banteng Didirikan oleh Kolonel Ismail Lengah pada 1956

Smallest Font
Largest Font

FajarBali.co.id Dewan Banteng didirikan pada 20 Desember 1956 oleh Kolonel Ismail Lengah di wilayah Sumatra Tengah, yang meliputi Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, dan Jambi. Letnan Kolonel Ahmad Husein ditetapkan sebagai ketua dewan ini, yang merupakan bagian penting dari Divisi IX Banteng.

Dewan Banteng lahir sebagai respons atas ketidakpuasan beberapa unsur militer di Sumatra Tengah terhadap kebijakan pemerintah pusat pada era 1950-an. Kolonel Ismail Lengah berperan sebagai penggagas utama pembentukan dewan ini, memimpin inisiatif untuk menyatukan panglima-panglima militer di wilayah tersebut.

Letnan Kolonel Ahmad Husein diangkat sebagai ketua karena pengalamannya dalam kepemimpinan militer dan pengaruhnya di Sumatra Barat. Dewan ini menjadi wadah koordinasi Divisi IX Banteng yang mengurusi wilayah strategis Sumatra Tengah.

Wilayah dan Fungsi Divisi IX Banteng

Divisi IX Banteng membawahi empat provinsi yakni Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, dan Jambi. Divisi ini memiliki peran penting dalam mengamankan wilayah dan menyuarakan aspirasi lokal yang dianggap kurang diperhatikan oleh pemerintah pusat.

Peran Kolonel Ismail Lengah dalam Pembentukan Dewan

Kolonel Ismail Lengah dikenal sebagai tokoh militer yang aktif sejak masa kemerdekaan Indonesia. Menurut laporan Kompas, perannya dalam mendirikan Dewan Banteng sangat krusial karena ia memprakarsai pembentukan dewan dan menginisiasi konsolidasi militer di wilayah tersebut.

Kontribusi dan Hubungan dengan PRRI

Dewan Banteng memiliki hubungan erat dengan gerakan PRRI (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia) yang muncul sebagai reaksi atas ketidakpuasan daerah terhadap pemerintah pusat. Dewan ini menjadi bagian dari struktur militer yang mendukung PRRI di Sumatra Barat dan sekitarnya.

Menurut berbagai sumber, pembentukan Dewan Banteng juga dipicu oleh ketegangan politik dan sosial yang terjadi di Sumatra Tengah pada pertengahan 1950-an, di mana para tokoh militer lokal merasa kebutuhan daerah mereka terabaikan.

Data dan Fakta Penting

  • Tanggal pembentukan: 20 Desember 1956
  • Pendiri utama: Kolonel Ismail Lengah
  • Ketua: Letnan Kolonel Ahmad Husein
  • Wilayah operasional: Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi
  • Hubungan dengan PRRI: bagian dari struktur militer pendukung PRRI

Tabel Ringkasan Pendiri dan Wilayah Dewan Banteng

ElemenInformasi
Tanggal Pembentukan20 Desember 1956
PendiriKolonel Ismail Lengah
Ketua DewanLetnan Kolonel Ahmad Husein
Wilayah OperasiSumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi
"Kolonel Ismail Lengah memprakarsai pembentukan Dewan Banteng untuk menyatukan kekuatan militer di Sumatra Tengah yang merasa aspirasi daerah kurang diperhatikan," ujar sumber dari Kompas.
Sejarah Dewan Banteng dan Peran Kolonel Ismail Lengah | PiHu Channel

Editors Team
Daisy Floren