Direktur Utama PSIM Ajak Suporter Dukung dan Penuhi Stadion
FajarBali.co.id Direktur Utama PSIM Yogyakarta, Liana Tasno, mengajak suporter untuk terus datang dan mendukung langsung PSIM di stadion agar memberikan motivasi bagi pemain sekaligus membantu kondisi finansial klub, seperti dilansir dari Bola.
Liana menegaskan pentingnya profesionalisme dalam pengelolaan skuad, termasuk saat harus melepas pemain yang tidak sesuai kebutuhan tim.
"Ini biasa di sepak bola, ada pemain yang enggak cocok di PSIM. Tapi, PSIM harus memperlakukan mereka dengan integritas dan kebaikan," ujar Liana.
"PSIM harus menghormati kontrak yang sudah ada, walau pemain itu belum memberi kontribusi. Bagaimanapun juga kami harus menghormati kontrak yang ada. Jadi, memungkinkan juga buat PSIM untuk memberi kompensasi," tambahnya.
Liana menuturkan setiap klub idealnya memiliki dana cadangan untuk digunakan pada putaran kedua kompetisi jika ingin mendatangkan pemain baru.
Karena itu, ia berharap suporter terus memadati stadion setiap kali PSIM bermain karena kehadiran penonton berdampak besar pada kemampuan finansial klub.
"Kalau ditanya idealnya memang begitu. Di putaran kedua harus ada bujet cadangan sendiri. Intinya, tolong suporter penuhi stadion PSIM, karena itu kontribusi banget untuk di paruh musim supaya kami bisa beli pemain baru," kata Liana.
"Tapi, jangan lagi nanti bilang, 'Demo aja manajemen PSIM kalau enggak penuhi janji,'. Padahal, kami semua di sini kerja keras sama-sama. Enggak ada mikirin pribadi masing-masing, ini benar-benar buat DIY. Jadi, jangan ada curiga lagi," ujarnya.
Liana yang berusia 43 tahun juga menekankan pentingnya perhitungan matang dalam pengelolaan klub Liga 1 agar tidak sampai kesulitan membayar gaji pemain di akhir musim.
"Daripada nanti enggak bisa bayar gaji pemain di akhir musim, itu sangat tidak baik. Semua harus dihitung dengan presisi. Makanya, idealnya memang ada spare bujet di paruh kedua untuk penambahan pemain," jelasnya.
Ia mengingatkan pentingnya keramaian di stadion PSIM sebagai penyeimbang kebutuhan klub di Liga 1 yang penuh tuntutan.
"Banyak banget tuntutan PSIM di Liga 1 dan kami mau di Liga 1 selamanya. Sampai mimpi, semua pasti maunya ke Asia," ujar Liana.
"Kami ingin bisa bersaing membawa nama Yogyakarta. Masa orang Indonesia enggak punya mimpi ke sana. Mulailah dari hal kecil dulu. Jadi, tolong PSIM ini memang perlu diramaikan stadionnya," tambahnya.