Real Madrid Minta UEFA Cabut Gelar Barcelona 2001-2018 terkait Kasus Negreira
FajarBali.co.id Real Madrid meminta UEFA mencabut gelar Barcelona yang diraih antara 2001 hingga 2018 sebagai bagian dari hukuman atas kasus Negreira. Permintaan ini dilayangkan setelah Florentino Perez terpilih kembali sebagai presiden Real Madrid pada Mei 2026, dilansir dari Bola.
Menurut laporan AS, Real Madrid tidak hanya ingin Barcelona dilarang mengikuti kompetisi Eropa, tetapi juga menghapus gelar resmi yang diperoleh klub Katalonia tersebut selama periode itu. Perez memenangkan pemilihan presiden dengan 65 persen suara mengalahkan Enrique Riquelme.
Perez menyebut kasus ini sebagai "kasus korupsi terbesar dalam sejarah sepak bola" dan telah menyerahkan dokumen setebal 500 halaman kepada UEFA. Ia menegaskan tidak ada preseden serupa dalam sepak bola dunia.
"Korupsi sistematis dalam kasus Negreira... Bagaimana mungkin kita melupakannya begitu saja?" ujar Perez pada konferensi pers 12 Mei 2026. "Kami sedang menyiapkan dokumen setebal 500 halaman yang akan saya kirimkan kepada UEFA setelah kompetisi berakhir. Ini adalah kasus korupsi terbesar yang pernah ada," tambahnya.
Kasus Negreira berpusat pada pembayaran Barcelona kepada mantan wakil presiden Komite Teknis Wasit Spanyol, Jose Maria Enriquez Negreira, antara 2001 hingga 2018. Barcelona diduga membayar lebih dari tujuh juta euro melalui perusahaan terkait Negreira.
Barcelona membantah tuduhan memengaruhi keputusan wasit dan menyatakan Negreira berperan sebagai konsultan yang menyediakan laporan tentang pemain muda klub rival dan dunia perwasitan profesional.
Real Madrid telah menempuh jalur hukum sejak Desember 2025 untuk memperoleh kompensasi finansial akibat kasus ini. Barcelona menyatakan akan menanggapi tuduhan tersebut dan mempertimbangkan langkah hukum balasan.
UEFA belum mengambil keputusan final terkait kasus ini, namun Presiden UEFA Aleksander Ceferin pernah menyebut kasus ini sebagai salah satu yang paling serius dalam sepak bola.
Secara teori, UEFA dapat mencabut empat gelar Liga Champions Barcelona yang diraih antara 2001 dan 2018, meski badan ini tidak berwenang atas kompetisi La Liga.
Historisnya, UEFA belum pernah mencabut gelar juara dari klub setelah pertandingan final berlangsung, seperti yang terjadi pada kasus Olympique Marseille dan Juventus yang kehilangan gelar domestik tanpa kehilangan trofi UEFA mereka.