EMTEK Luncurkan Ikrar Keanekaragaman Hayati dan Tunjuk Sustainability Champions di TMII
FajarBali.co.id PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTEK) meluncurkan Ikrar Keanekaragaman Hayati dan menunjuk Sustainability Champions dari berbagai divisi perusahaan pada acara EMTEK Biodiversity Day di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Kegiatan ini melibatkan hampir 40 persen karyawan EMTEK Holding dan bertujuan mendorong praktik ramah lingkungan sekaligus menumbuhkan kepedulian pelestarian keanekaragaman hayati, dilansir dari Bola. EMTEK mengambil inspirasi dari elang jawa, satwa endemik Pulau Jawa yang terancam punah dan menjadi simbol Garuda, lambang negara Indonesia.
Direktur Operasional Jagat Satwa Nusantara, M. Fardhan Khan, mengatakan bahwa tekanan lingkungan di kawasan perkotaan membuat pelestarian keanekaragaman hayati semakin penting.
"Berbagai tekanan lingkungan yang dihadapi Jakarta mengingatkan kita akan pentingnya keanekaragaman hayati perkotaan. Salah satu contoh penting adalah elang jawa, spesies endemik yang terancam punah dan diasosiasikan dengan Garuda, lambang negara Indonesia," ujar Fardhan. Fardhan menambahkan keberhasilan mengembangbiakkan elang jawa menunjukkan perlunya kolaborasi dalam konservasi, mulai dari perlindungan habitat, penelitian, edukasi, hingga peningkatan kesadaran publik.
"Keberhasilan dalam mengembangbiakkan spesies ini menunjukkan bagaimana konservasi, penelitian, edukasi, dan peningkatan kesadaran publik dapat berjalan bersama untuk membantu melindungi satwa liar Indonesia," katanya. Peserta kegiatan juga diperkenalkan dengan elang harpy Papua dan elang emas Amerika melalui sesi edukasi interaktif dan pengamatan langsung, untuk memahami hubungan keanekaragaman hayati dengan tantangan lingkungan perkotaan seperti polusi udara dan berkurangnya ruang hijau.
Direktur EMTEK sekaligus Ketua Komite ESG EMTEK, Titi Maria Rusli, menyatakan bahwa keanekaragaman hayati adalah fondasi kehidupan yang mencakup tumbuhan, hewan, mikroorganisme, dan ekosistem yang saling bergantung. "Melindungi keanekaragaman hayati berarti memahami bahwa kesejahteraan manusia, satwa liar, dan ekosistem saling terhubung," ujar Titi. Ia menegaskan menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau lembaga konservasi, tetapi juga kebiasaan sederhana setiap individu.
Penutupan kegiatan ditandai dengan penandatanganan Ikrar Keanekaragaman Hayati oleh jajaran manajemen dan perwakilan divisi EMTEK, berkomitmen menggunakan sumber daya secara bertanggung jawab dan meminimalkan sampah.
EMTEK menunjuk Sustainability Champions untuk menyebarkan budaya keberlanjutan dan mendorong inisiatif ramah lingkungan di tiap tim. Head of Sustainability EMTEK, Grace Tobing, menegaskan pelestarian keanekaragaman hayati dapat dimulai dari langkah sederhana sehari-hari. "Keanekaragaman hayati bukan hanya persoalan konservasi.
Karyawan juga dapat turut mendukungnya melalui tindakan-tindakan sederhana di tempat kerja dan di rumah. Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dapat menciptakan perubahan yang berarti," ujar Grace.
EMTEK juga berencana membentuk Pojok Keanekaragaman Hayati dan Pojok Hijau di lingkungan kantor serta mengembangkan program edukasi penggunaan sumber daya bijak dan pengurangan sampah.
Kolaborasi dengan Jagat Satwa Nusantara diharapkan menjadikan kepedulian terhadap keanekaragaman hayati sebagai budaya perusahaan yang diwujudkan melalui aksi nyata dan berkelanjutan.