Erick Thohir sebut Timnas bisa turunkan kekuatan terbaik di ASEAN Cup
FajarBali.co.id Menteri Pemuda dan Olahraga RI sekaligus Ketua PSSI Erick Thohir mengatakan Timnas Indonesia berpeluang menurunkan kekuatan terbaiknya di FIFA ASEAN Cup 2026. Turnamen itu ditetapkan berlangsung dalam periode FIFA Matchday dan dimainkan di dua stadion di Jakarta serta Bandung, memberi kelonggaran pemanggilan pemain klub luar negeri.
FIFA ASEAN Cup 2026 akan digelar pada periode FIFA Matchday 21 September hingga 6 Oktober 2026, dengan venue di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat, dan Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, dilansir dari Bola.
Erick Thohir menyatakan penempatan turnamen pada kalender FIFA menjadi keuntungan bagi Timnas karena memungkinkan pemain berkarier di klub-klub luar negeri bergabung secara lebih mudah. Ia menekankan kebutuhan memperhatikan konteks pemanggilan bila kompetisi tidak berada dalam kalender FIFA.
"Khususnya buat FIFA ASEAN, karena ini di kalender FIFA, tadi, kita bisa memberikan tim yang terbaik yang kita punya. Karena kalau di luar FIFA kalender, ya kita harus juga mengerti, ya tidak mudah untuk klub-klub bisa memberikan pemainnya keleluasaan untuk bergabung," ujar Erick Thohir.
Ia menilai apresiasi perlu diberikan ketika liga dan klub nasional memberi keleluasaan pemain untuk bergabung pada periode di luar kalender FIFA, sekaligus menyoroti bahwa sebagian besar biaya gaji pemain ditanggung klub.
"Saya apresiasi ketika liga, klub-klub nasional memberikan keleluasaan pemainnya bergabung di luar FIFA kalender. Karena yang menggaji para pemain ini kebanyakan klub-klub loh. Nah, ini harus juga konteksnya dilihat secara bersama," jelasnya.
Erick Thohir menambahkan bahwa pada Piala AFF 2026 Timnas menghadapi kendala saat memanggil pemain diaspora karena turnamen tersebut tidak masuk kalender FIFA. Menurutnya, status tuan rumah juga menjadi nilai plus karena membuka akses bagi Skuad Garuda menghadapi lawan berkualitas.
"Dan tentu menjadi tuan rumah, itu juga bagian kita membangun kesempatan tim kita untuk bisa mendapatkan pertandingan-pertandingan yang baik. Seperti contoh kemarin, tim nasional kita bertanding dengan Bulgaria. Enggak mudah," ucap Erick Thohir.
Ia juga mengaitkan evaluasi dengan capaian pertandingan sebelumnya, termasuk laga menghadapi Argentina, serta menyebut posisi ranking yang turun setelah bertanding.
"Ya, terakhir tim nasional kita waktu itu bertanding dengan Argentina. Nah, ini hal-hal seperti ini yang tentu kita dorong supaya peningkatan daripada tim nasional ini bisa terlihat. Rankingnya hari ini mungkin 118, ya karena kemarin bisa turun sedikit. Tapi ini prestasi yang terbaik setelah sekian lama," imbuhnya.
Lebih lanjut, Erick Thohir menilai peningkatan prestasi olahraga tidak dapat dicapai secara instan, melainkan melalui proses panjang dan komitmen pemerintahan. Ia mengatakan komitmen Presiden menempatkan olahraga sebagai bagian penting pembangunan karakter dan pandangan di tingkat internasional.
"Nah, ini yang saya rasa mungkin tadi hal seperti ini dalam membangun olahraga apa pun, pasti... mau di semua olahraga, mau voli, mau futsal, bulu tangkis, tenis, semua ada prosesnya. Tetapi, di bawah pemerintahan Bapak Presiden," kata Erick Thohir.
"Bapak Presiden sangat punya komitmen bahwa olahraga ini harus menjadi bagian terpenting dalam pembangunan karakter dan juga bagaimana untuk tadi, kita sebagai bangsa yang juga dihormati di konteks banyak negara juga secara realitas dan persepsi," ungkapnya.