Liverpool Terus Kejar Rayan dan Barcola untuk Bangun Lini Serang Baru

Smallest Font
Largest Font

FajarBali.co.id Liverpool masih aktif di bursa transfer musim panas dengan fokus utama pada winger Rayan dari AFC Bournemouth dan Bradley Barcola asal Prancis, dilansir dari Bola.

Rayan, penyerang sayap berusia 19 tahun asal Brasil, tampil impresif di paruh pertama musim Premier League dengan mencetak lima gol dan dua assist dalam 15 pertandingan. Liverpool telah memantau Rayan sejak sebelum ia bergabung dengan Bournemouth dan memulai komunikasi awal pada awal musim panas ini terkait peluang transfer.

Bournemouth menegaskan tidak berniat melepas Rayan saat ini karena klausul pelepasan senilai 130 juta poundsterling baru aktif pada 2027, memberi klub kendali penuh atas negosiasi transfer saat ini.

Meski Liverpool semakin dekat dengan Barcola, Rayan tetap menjadi target utama. Konsistensi pemantauan Liverpool menunjukkan keseriusan mereka untuk membangun lini serang muda yang kuat dengan kombinasi dua winger berprofil berbeda.

Bournemouth tetap pada posisi kuat mempertahankan Rayan, yang baru didatangkan dari Vasco da Gama dan memberikan kontribusi besar bagi klub. Setiap negosiasi transfer pada musim panas ini harus melewati keputusan tegas Bournemouth.

Rayan dikenal dengan kecepatan dan kemampuan menggiring bola yang baik, serta potensi besar untuk berkembang. Pelatih Bournemouth, Andoni Iraola, yakin dengan potensinya, salah satu alasan Liverpool terus memantau pemain ini.

Sementara itu, Barcola dinilai siap memberikan kontribusi instan dan dianggap mampu menggantikan sebagian produktivitas ofensif Mohamed Salah, sedangkan Rayan dipandang sebagai bagian dari rencana jangka panjang setelah era Salah.

Meski minat Liverpool terhadap Rayan serius, peluang transfer musim ini kecil karena Bournemouth baru berinvestasi besar dan ingin mempertahankan pemain tersebut. Kepindahan Rayan ke Liverpool diprediksi lebih realistis terjadi pada 2027 saat klausul pelepasan mulai berlaku.

Langkah Liverpool mengejar dua pemain ini menunjukkan ambisi mereka membangun ulang lini depan dengan talenta muda berpotensi besar, bukan hanya mencari pengganti satu pemain saja.

Editors Team
Daisy Floren