Gabriel Magalhaes Jadikan Kegagalan Liga Champions Sebagai Motivasi Arsenal

Smallest Font
Largest Font

FajarBali.co.id Kegagalan Arsenal menjuarai Liga Champions musim lalu menjadi pengalaman pahit bagi Gabriel Magalhaes, yang gagal mengeksekusi penalti dalam adu tos-tosan melawan Paris Saint-Germain di Puskas Arena, Budapest, Mei lalu.

Jelang duel melawan Manchester City di Community Shield 2026 pada Minggu (16-8-2026), Gabriel memutuskan untuk menjadikan pengalaman tersebut sebagai motivasi bagi timnya.

"Ya, seperti yang saya katakan, itu menjadi motivasi bagi kami. Kami tahu kualitas yang kami miliki di dalam tim," ujar Gabriel dalam wawancara di TNT Sports.

Arsenal yang baru saja mengakhiri penantian 22 tahun menjadi juara Premier League, tetap merasa kecewa akibat kekalahan di Liga Champions.

Gabriel menilai pengalaman itu dapat mendorong Arsenal untuk bersaing dalam perebutan lima trofi yang mereka incar pada musim baru.

"Kami ingin menang lagi dan tentu saja kami memiliki lima trofi untuk diperjuangkan, dan kami akan mengejarnya," lanjut Gabriel.

Gabriel yang berusia 28 tahun percaya Arsenal berada di posisi tepat untuk bersaing, meski mempertahankan keberhasilan dan melangkah lebih jauh di Eropa bukan hal mudah.

"Saya pikir kami berada di posisi yang tepat dan tentu saja kami harus banyak bekerja. Kami tahu betapa sulitnya memenangi kejuaraan, betapa sulitnya memenangi Liga Champions dan Premier League. Saya pikir setiap trofi sulit dimenangi, tetapi kami yakin bisa melakukannya," tutur Gabriel.

Kegagalan di Liga Champions menjadi bahan evaluasi bagi Arsenal, termasuk bagi Gabriel sendiri.

"Kami masih memiliki banyak hal yang harus diperbaiki, tetapi banyak hal juga yang perlu dipertahankan secara konsisten. Menurut saya, keduanya penting. Saya tahu ada beberapa hal dalam diri saya yang masih bisa saya tingkatkan," kata Gabriel.

Arsenal kini bersiap mengawali musim baru dengan target kembali bersaing di berbagai kompetisi, dimulai dari Community Shield malam nanti.

Editors Team
Daisy Floren